Thursday, June 28, 2012

Pertempuran Aegospotami


Setelah mengakhiri ancaman invasi Persia, negara-kota Yunani mulai saling bertikai. Pertikaian terbesar adalah antara Athena, yang sacara tradisi merupakan negara perdagangan dan menguasai perairan, dengan Sparta yang mengandalkan kedigdayaan para pejuangnya. Iri hati dan ketidakpercayaan antar kedua kekuatan ini membawa pada Perang Peloponensus yang terkenal, yang berlangsung antara tahun 432 hingga 403 SM. Awalnya Athena dipimpin oleh politisi brilian, Pericles (495-429 SM), yang mengibau kaum sebangsanya untuk menghindari pertempuran dengan pihak Sparta di daratan. Akan tetapi, orang Athena justru tetap berada di dalam tembok yang mengelilingi kota Athena dan menyerang pihak Sparta dan sekutunya di laut.
Pericles meninggal saat perang masih di tahapan awalnya, dan para penerusnya memutuskan untuk melakukan perang yang lebih agresif. Mereka mengorbankan banyak jiwa dan harta dalam sebuah pengepungan yang sia-sia atas Syracuse, Sisilia, dan pada tahun 410 SM, Athena kehabisan tenaga, semangat, dan uang.
Pihak Sparta pencari bantuan dalam bentuk uang dari musuh lama semua orang Yunani, yaitu orang Persia. Didukung oleh emas Persia, orang-orang Sparta dan aliansinya membuat sebuah armada untuk menandingi armada Athena dan menunjuk Lysander (?-395 SM) sebagai laksamana pertama mereka. Mengetahui bahwa orang Athena tergantung pada suplai makanan yang dibawa dengan kapal-kapal mereka, orang Sparta berusaha menghancurkan kapal-kapal Yunani saat sedang membawa biji-bijian dari Laut Hitam menuju Athena. Mereka berhadapan dengan armada Sparta di Aegospotami, di Hellespont.
Sebagaimana komentar sebagian sejarawan, seluruh perang Peloponensus mirip pertarungan antara seekor gajah dan ikan paus. Sekarang, si gajah telah memiliki sirip dan menantang si ikan paus di habitatnya. Lysander menyerang orang Athena yang terkejut, dan pertempuran itu, sebagaimana sebelumnya, berubah menjadi kekalahan telak di mana 173 perahu Athena tertangkap setelah awaknya meninggalkannya di pantai. Sekitar 3.000 hingga 4.000 orang yang tertangkap dan dipenjarakan, akhirnya dibunuh semuanya karena kebencian yang telah berlangsung lama antara orang Athena dan Sparta. Kekalahan ini menentukan nasib orang Athena. Dalam waktu setahun sebuah perdamaian disepakati. Dinding-dinding yang mengelilingi Athena selama satu abad diruntuhkan, dan orang Athena harus menyerahkan kekayaan kerajaan yang telah mereka bangun di Laut Aegea. Perang Peloponensus telah berakhir. Sparta telah menang, dan seluruh orang Yunani telah kalah. Masa kejayaan Pericles tidak akan kembali lagi.

0 komentar:

Post a Comment