Friday, June 22, 2012

Bangsa Ibrani


Bangsa Ibrani mulai bermukim di Palestina sekitar tahun 2000 SM. Mereka datang ke Palestina dari Ur, kendati tidak diketahui dari mana mereka berasal sebelumnya.
Nama ‘Ibrani’ berarti ‘bangsa dari seberang’ Sungai Eufrat. Kisah orang Ibrani diceritakan dalam Alkitab. Menurut Perjanjian Lama (Kitab Taurat), pemimpin pertama bangsa Ibrani adalah Abraham (Nabi Ibrahim), seorang gembala yang tinggal di Ur. Abraham kemudian pergi bersama keluarganya ke Suriah, kemudian ke Kanaan (kini disebut Palestina), dimana  mereka akhirnya menetap.
Tahun-tahun Awal
Tahun-tahun Penting
+ 1800 SM
Abraham dan orang Ibrani pindah ke Kanaan
+ 1200 SM
Musa dan Harun membawa orang Yahudi kembali ke Kanaan
+ 1020 SM
Saul menjadi raja bangsa Ibrani
+ 1000 SM
Daud menjadi raja bangsa Ibrani
965-928 SM
Pemerintahan Raja Sulaiman di Israel
721 SM
Bangsa Assyria menyerbu Israel, mengusir banyak orang Yahudi
587 SM
Orang Babilonia mengahancur Yerusalem dan medeportasi sebagian besar orang Yahudi ke Babilonia.
Cucu Abraham, Yakub (disebut juga sebagai Israel), memiliki dua belas anak laki-laki yang dianggap sebagai cikal-bakal dua belas suku Israel, sesuai nama mereka. Setelah kematian Abraham, terjadi wabah kelaparan di Kanaan. Yakub pun membawa keluarganya mengungsi ke Mesir. Mereka lalu menjadi budak orang Mesir hingga Musa memimpin mereka keluar dari Mesir dan kembali ke Kanaan sekitar tahun 1200 SM. Di bawah pimpinan Harun di Kanaan, mereka memerangi bangsa Filistin untuk dapat bermukim di wilayah itu dan mendirikan tanah Israel. Tradisi menyebutkan bahwa mereka menggunakan suara sangkakala untuk merobohkan tembok kota Yerikho.
 Negara Israel Pertama
Sejak tahun 1020 SM, bangsa Israel mulai makmur di bawah kepemimpinan Saul, Daud, dan Sulaiman. Saul merupakan raja pertama bangsa Ibrani. Saul menyetukan orang-orang Ibrani menjadi sebuah bangsa. Daud menyatukan seluruh suku Israel ke dalam sebuah negara, memperluas wilayah kekuasaan bangsa Israel dan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota. Raja Sulaiman membangun banyak proyek raksasa, termasuk pendirian beberapa kota dan Bait Allah yang terkenal di Yerusalem. Sulaiman dikenal sebagai raja yang cinta damai dan bijaksan.
Menurut Alquran dan Alkitab, Sulaiman adalah raja yang bijaksana. Diceritakan, pernah datang dua orang wanita yang mengakui seorang bayi sebagai anak mereka. Sulaiman memerintahkan agar bayi itu dipotong dua bagian, agar kedua ibu itu memperoleh satu bagian. Salah seorang ibu meratap dan membatalkan permintaannya. Lalu, Sulaiman memutuskan bahwa wanita yang menolak pembagian bayi adalah ibu sang bayi yang sebenarnya. Sulaiman menyerahkan bayi itu kepada ibu yang sebenarnya. Pemerintaha Sulaiman merupakan puncak kejayaan dalam sejarah Israel. Setelah Sulaiman wafat, bangsanya terpecah menjadi dua kerajaan, yaitu Israel dan Yehuda.
Sulaiman membangun Bait Allah yang megah di Yerusalem dengan biaya amat besar guna meletakkan harta milik bangsa Israel yang paling berharga, yaitu Tabut Perjanjian berisi Sepuluh Perintah Allah yang diberikan Tuhan kepada Musa. Bait Allah ini manjadi pusat kebudayaan kaum Yahudi. Dikisahkan banhwa tembok Bait Allah Sulaiman dilapisi dengan perhiasan mahal, dan bahwa bangunan ini dirancang berdasarkan prinsip matematika yang dipelajari dari bangsa Mesir.
Kekacauan dan Pengasingan
Setelah pemberontakan oleh bangsa Iarael, bangsa Assyria merebut Israel pada 721 SM dan Yehuda pada 683 SM. Bangsa Yahudi terserak ke berbagai penjuru. Banyak yang dikadikan budak di Assyria. Raja Nebukadnezar dari Babilonia lalu menumpas pemberontakan bangsa Yahudi pada 587 SM dan banyak orang Yahudi dibawa ke Babilonia. Selama masa pengasingan ini, sebagian besar kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab dituliskan. Peristiwa ini mengawali peristiwa diaspora, yaitu penyebaran bangsa Yahudi yang berlangsung hingga abad ke-20.

0 komentar:

Post a Comment