Wednesday, August 8, 2012

Orang Polinesia


Orang Polinesia merupakan bangsa unik penghuni pulau-pulau di Pasifik. Mereka adalah pelaut ulung. Mereka menjelajahi Pasifik untuk mencari tempat tinggal baru.
Mitologi orang Polinesia menyatakan bahwa mereka berasal dari surge, dari sebuah tanah ajaib yang kerap dikaitkan dengan Hawaii. Para sejarawan dan ahli bahasa meyakini bahwa mereka berasal dari Taiwan, kemudian berpindah dengan perahu kano terbuka ke Filipina sekitar 3000 SM. Selanjutnya, mereka berlayar ke Kepulauan Bismarck di lepas pantai Papua sekitar tahun 2000 SM. Dalam pelayaran, mereka juga membawa babi, anjing, dan ayam serta buah-buahan dan tumbuhan (kelapa, talas, ubi rambat, sukun, dan pisang). Dari mereka inilah kebudayaan Lapita berkembang. Para penduduk menggunakan kerang untuk membuat perkakas. Mereka juga membuat gerabah berpola hiasan rumit dann indah.
Tahun-tahun Penting
2000 SM
Perkembangan kebudayaan Lapita di Melanesia
1300 SM
Perpindahan ke ‘segitiga Polinesia’ di sekitar Fiji
200 SM
Perpindahan ke Tahiti dan Marquesas
300 M
Perpindahan ke Rapa Nui, kunjungan ke Amerika
400
Perpindahan ke Kepulauan Hawaii
850
Menghuni Aotearoa, lahirnya kebudayaan Maori
Perpindahan
Orang Polinesia melakukan perjalanan terencana untuk menemukan wilayah baru. Mereka adalah pelaut ulung dan telah memiliki pengetahuan maju tentang perbintangan, kondisi samudera, angin, serta kehidupan alam bebas. Sekitar 1300-1000 SM, orang Polinesia berpindah ke Kaledonia Baru, Vanuatu, Fiji, Samoa, dan Tonga. Pada 200 SM, mereka kemudian berpindah ke Tahiti dan Kepulauan Marquesas. Mereka mencapai Pulau Paskah pada tahun 300 M dan Hawaii pada 400 M. Beberapa diantaranya pindah ke Aotearoa (Selandia Baru) pada tahun 850. Mereka menetap di sana dan dikenal sebagai orang Maori. Di kepulauan tempat menetap, mereka menernakkan hewan dan memanfaatkan buah dan sayuran yang dibawa untuk menghasilkan panenan baru. Kini, tanaman panen tersebut dapat ditemukan di seluruh kepulauan yang pernah mereka tinggali.
Penjelajahan Samudera
Orang Polinesia berlayar hingga ke Amerika, dengan membawa pulang ubi, dan melakukan perdagangan dengan beberapa orang Aborigin di Australia. Mereka menyeberangi samudera ribuan kilometer dalam aksi penjelajahan dan perpindahan mereka. Di kepulauan Pasifik, mereka hidup dalam masyarakat kesukuan yang dipimpin pada kepala suku. Mereka menjadi terampil memahat kayu. Mereka terkucil dari benua Asia dan daerah kepulauan Indonesia, kawasan di mana sejumlah kota dan bangsa sedang bertumbuh pesat. Barulah ketika para penjelajah Eropa, seperti Kapten James Cook, tiba di kawasan itu pada abad ke-18, mereka mulai mendapat pengaruh luar.
Di Pulau Paskah, terdapat banyak patung kepala dari batu yang luar biasa dan unik. Batu-batu pahatan ini memiliki tinggi hingga 12 meter. Patung-patung itu diperkirakan dibuat oleh orang Polinesia. Namun, di tempat lain orang Polinesia tidak memahat batu. Jadi, kamungkinan batu-batu itu dibuat oleh penduduk awal pulau dengan alasan yang sampai kini tidak diketahui.
Sementara itu, di Aotearoa, orang Maori mengembangkan kebudayaan suku yang terpisah. Penduduknya berkembang hingga 250.000 jiwa. Mereka terbagi menjadi masyarakat petani pedesaan dan para pejuang.

1 komentar:

Post a Comment