Wednesday, August 8, 2012

Dinasti Han Cina


Han adalah dinasti terlama dan pertama pada Kekaisaran Cina bersatu. Cina semasa dinasti Han menikmati stabilitas dan kejayaan, dan menjadi satu contoh kebudayaaan maju.
Selama empat abad, dimulai tahun 202 SM hingga 220 M, Cina diperintah oleh para kaisar dari Dinasti Han. Mereka lebih dermawan dan stabil dibanding penguasa Qin, dan menjalankan prinsip hukum dan pemerintahan Konfusius dengan adil.
Han Awal
Dinasti Han didirikan oleh Liu Bang, warga biasa yang popular karena kelonggaran peraturan yang ketat, mengurangi pajak, dan disukai oleh rakyat. Ibukota Han adalah Chang’an, yang setelah 100 tahun menjadi kota terbesar di dunia. Kota tersebut berada di ujung Jalur Sutera yang digunakan Cina untuk berdagang dengan Persia dan Romawi. Bangsa Cina Han menganggap diri mereka sebagai “Kerajaan Tengah”, atau pusat dunia. Kebudayaan, kemakmuran, dan ilmu pengetahuan berkembang subur. Pada masa ini, Cina Han sama besar dan majunya dengan Kekaisaran Romawi. Han mengembangkan sistem administrasi yang dipimpin oleh para pejabat berpendidikan tinggi, yang disebut kaum mandarin. Rakyat jelata yang ingin bekerja sebagai pegawai negeri harus mengikuti ujian tentang tulisan karya Konfusius.
Kaisar Perang
Wu Di (‘kaisar yang senang berperang’) memerintah selama 55 tahun sejak 141 SM. Ia menambah sebagian Asia tengah, Korea, dan banyak daerah di Cina selama ke dalam kekaisarannya. Sekalipun memakan biaya besar, Wu Di berhasil memukul mundur bangsa Xiongnu (Hun) dari Mongolia, yang kerap menyerang Cina. Ia memperbaiki administrasi mandarin, membangun banyak sekolah, terusan, kota, dan gedung serta mendorong hubungan dengan luar negeri. Agama Buddha disebarkan ke Cina selama masa puncak sejarah panjang negeri ini.
Wang Mang
Sepanjang abad berikutnya, Dinasti Han mulai melemah, sementara para bangsawan semakin kuat. Seorang pegawai istana, Wang Mang, memberontak dan merebut kekuasaan. Ia memerintah pada 9-23 M, memperkenalkan banyak perubahan dan pembaharuan dalam hal kepemilikan tanah dan sistem pengadilan serta memihak rakyat dalam menghadapi para pemilik tanah dan bangsawan. Akhirnya, para bangsawan menggulingkan Wang Mang, dan kekuasaan Dinasti Han pun dipulihkan.
Masa Berikutnya
Penduduk Han menghasilkan berbagai benda kayu, pernis, dan sutera yang sangat indah. Mereka juga mengganti banyak karya tulis yang dihancurkan oleh penguasa Qin. Para penemu Cina jauh lebih maju dibanding orang di belahan dunia lainnya. Kertas penemuan mereka memerlukan waktu berabad-abad untuk mencapai Barat. Mereka membangun banyak kota indah dan besar. Namun, karena jumlah penduduk terus meningkat, semakin sering terjadi pemberontakan di antara penduduk yang tidak memiliki tanah atau petani miskin. Suku barbar kembali menyerang daerah perbatasan, dan para pemimpin perang mengambil alih militer. Kaisar Han terakhir menyerahkan takhtanya pada 220 M dan kekaisaran ini pun runtuh.

0 komentar:

Post a Comment