Wednesday, January 16, 2013

Modernisasi Rusia

Para penguasa yang menggantika Peter yang Agung menempuh strategi westernisasi dan perluasan wilayah. Ini menjadikan Rusia sebuah kekuatan besar di Eropa.
Ketika Peter yang Agung wafat pada 1725, istrinya menjadi Tsarina Catherine I. Namun, Catherine I wafat setelah memerintah selama beberapa tahun. Anna Ivanovna memerintah selama 10 tahun sejak 1730, melanjutkan kebijakan pro-barat Peter dan menyambut banyak orang asing di istana. Rakyat Rusia menderita karena para teman tsarina di St. Petersburg lebih peduli musik, puisi, dan berperang melawan Ottoman atau di Eropa, dibanding memperhatikan nasib para petani.
Sejak tahun 1741, putri Peter, Elizabeth (1709-1762) membuat Rusia semakin memandang ke Barat dan menjadi negara industri. Ia lalu menyatakan perang terhadap Prusia selama Perang Tujuh Tahun. Tsarina Elizabeth memaksa Peter, pewaris takhta Rusia, untuk menikah pada 1745. Istrinya Catherine (1729-1796), berasal dari keluarga bangsawan Prusia yang miskin. Seperti kebanyakan wanita pada zaman itu, Catherine harus menerima perjodohan. Ketika Elizabeth wafat pada 1762, Peter III memerintah sebagai tsar selama setengah tahun.
Catherine II, yang Agung
Peter III adalah seorang yang lemah. Ia dipandang rendah oleh Catherine. Enam bulan setelah dinobatkan, Peter terbunuh dalam suatu pertengkaran. Catherine menyatakan dirinya sebagai tsarina dan menggantikan suaminya. Sekalipun cerdas dan anggun, Catherine menampakkan pribadi yang kejam dalam kehidupan publik.
Untuk menopang peperangan dan kehidupan istana yang boros, Catherine menarik pajak tinggi dan memaksa para pemuda untuk ikut bertempur. Ia merencanakan pembaharuan pendidikan dan kondisi sosial, tetapi hanya sedikit pejabat berpendidikan yang dapat melaksanakannya. Catherine meminta bantuan kaum bangsawan. Sebagai upah, ia menambah kekuasaan para bangsawan. Sementara itu, kondisi para petani semakin memburuk. Kondisi ini menyebabkan munculnya Pemberontakan Pugachev pada 1773-1774 yang dipimpin oleh Pugachev. Para pemberontak merebut kota Kazan. Pugachev menjanjikan penghapusan tuan tanah, perbudakan, pajak, dan dinas militer. Namun, Pugachev dan pengikutnya ditumpas dengan kejam.
Tahun-tahun Penting
1741
Elizabeth menjadi tsarina
1756-1763
Rusia terlibat dalam Perang Tujuh Tahun
1761
Catherine yang Agung menjadi tsarina
1772
Pembagian pertama Polandia
1783
Rusia menduduki semenanjung Crimea
1792
Rusia merebut daaerah pantai Laut Hitam
1793-1795
Pembagian kedua dan ketiga Polandia
1796
Kematian Catherine yang Agung
Kebijakan Luar Negeri
Komisi pembaharuan, terdiri atas para menteri yang ditugaskan Catherine pada 1760-an, gagal menjalankan tugasnya. Karenanya, Catherine memilih pemerintahan yang otokratik, membagi negeri menjadi sejumlah wilayah, masing-masing diperintah oleh para bangsawan.  Ia membiarkan para bangsawan menangani urusan dalam negeri Rusia.
Keinginannya untuk mendapatkan kejayaan tampak dari cara ia memperluas wilayah Rusia. Strategi perluasan ini dirancang oleh dua menterinya, Count Alexander Suvarov dan Grigori Potemkin. Di bagian utara dan barat, wilayah baru diperoleh melalui peperangan dengan Swedia pada tahun 1790. Wilayah Polandia diperoleh ketika negeri itu pecah, memberi Rusia pelabuhan laut yang penting di Laut Baltik.
Di selatan, Rusia merebut Azov. Rusia juga merebut Laut Hitam dari tangan orang Ottoman, kemudian Crimea, dan seluruh pantai utara Laut Baltik pada 1792. Rusia membangun sebuah angkatan laut yang kuat di kawasan ini. Di timur, Rusia perlahan menguasai Siberia.
Catherine adalah seorang yang kejam. Anggota istana dihukum cambuk, sementara petani yang berani mengeluh atas kesengsaraan mereka akan dihukum. Banyak orang miskin mengalami kelaparan. Namun, Catherine tetap mengumpulkan pajak tinggi untuk mendanai perang dan gaya hidupnya yang mewah.

0 komentar:

Post a Comment