Banyak koloni Eropa di Amerika sangat bergantung pada
tenaga budak. Pada pertengahan abad ke-18, banyak pihak mulai mempertanyakan
moralitas masalah ini.

Untungnya, sejumlah orang menyatakan protes,
berpendapat bahwa perbudakan bertentangan dengan hukum Tuhan dan kebenaran
manusia. J.J. Rousseau, filsuf Prancis, menulis dalam Kontrak Sosial
pada 1764, “Manusia dilahirkan sebagai orang bebas, tetapi di mana pun ia
dibelenggu.” Tulisannya menginspirasi revolusi di Prancis dan Amerika.
Kebebasan individu mulai dipandang sebagai hak sosial, bukan hadiah dari raja.
Berbagai pemikiran Rousseau juga menginspirasi orang untuk berjuang demi orang
lain yang tidak dapat membantu dirinya sendiri. Para politisi, rohaniwan, dan
orang biasa mulai berpikir, bagaimana membantu para budak. Namun, argumen moral
tidak memiliki kekuatan sebesar keuntungan yang melatari perbudakan.
Akhir Perdagangan Budak
Antara 1777 dan 1804, perbudakan dipandang sebagai
pelanggaran hukum di bagian utara Amerika Serikat. Denmark menarik diri dari
perdagangan budak pada 1792 dan Inggris pada 1807. Namun, penyelundupan budak
terus berlangsung. Angkatan Laut Inggris menutup perdagangan budak sejak 1815.
Akan tetapi, perbudakan masih dianggap hal yang sah di tempat lain.
Pemberontakan budak di koloni Prancis, Santo Domingo pada 1791-1793 mendorong
penghapusan perbudakan oleh Prancis, tetapi dilegalkan lagi pada 1803. Pada
1831, pemberontakan budak di Virginia, dipimpin oleh Nat Turner (1800-1831),
menyebabkan dikeluarkannya peraturan baru yang keras dan meningkatnya dukungan
bagi perbudakan di antara penduduk kulit putih di selatan.
Tahun-tahun Penting
|
|
1517
|
Perdagangan budak regular dimulai oleh Spanyol
|
1592
|
Perdagangan budak oleh Inggris dimulia
|
1739
|
Pemberontakan budak “Maroon” Jamaika
|
1760-an
|
Perdagangan budak mencapai puncaknya
|
1791-1801
|
Pemberontakan budak di Santo Domingo yang dipimpin oleh Toussaint
l’Ouvertune (1746-1803)
|
1792
|
Denmark menghapus perdagangan budak
|
1807
|
Inggris menghapus perdagangan budak
|
1834
|
Perdagangan budak dihapus di seluruh Imperium Inggris
|
1865
|
Amandemen ke-13 untuk menghapus perbudakan
|
1888
|
Brazil menghapus berdagangan budak
|
Para Pejuang Kemanusiaan
Di Inggris, Thomas Clarkson (1760-1846) dan William
Wilberforce (1759-1833) memimpin kampanye anti-perbudakan. Pada 1807, Inggris
menghapus perdagangan budak. Namun, perbudakan belum menghapus sepenuhnya.
Wilberforce wafat beberapa waktu sebelum semua budak yang ada di tangan Inggris
dibebaskan. Orang Eropa semakin jijik dengan perbudakan. Angkatan Laut Inggris
menutup perdagangan itu dengan menghentikan kapal yang membawa budak.
Perbudakan terus berlangsung di Kuba, Kosta Rika,
Brazil, dan bagian selatan Amerika Serikat. Perkebunan besar dibangun dengan
tenaga budak, sehingga para pemilik perkebunan enggan mengubahnya. Eropa mulai
menikmati hasil kapas dan tembakau murah dari negara di selatan Amerika Serikat
yang dikerjakan para budak.
Di Amerika
Serikat, penduduk utara mendukung persamaan hak, sementara penduduk selatan
ingin mempertahankan budak. Pemberontakan budak 1831 di Virginia menyebabkan
dikeluarkannya peraturan keras untuk mengontrol para budak di negara-negara
selatan. Perbudakan akhirnya dilarang di Amerika Serikat pada 1863, di Kuba
pada 1886, dan di Brazil pada 1888. Perdagangan budak di Afrika oleh orang Arab
berakhir pada 1873.
0 komentar:
Post a Comment