This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, February 28, 2014

Revolusi Rusia

Pada permulaan abad ke-20, Kekaisaran Rusia merupakan kekaisaran terbesar yang membina kontak sepenuhnya dengan dunia. Meskipun demikian, kekaisaran ini juga merupakan sebuah tempat primitif yang terbelakang, yang nyaris tidak disentuh oleh Revolusi Industri atau pembaharuan-pembaharuan sosial yang begitu mempengaruhi Eropa sepanjang abad sebelumnya. Diperintah oleh sebuah dinasti yang otokratis secara total, yaitu Dinasti Romanov, rakyat Rusia makin hari makin gelisah.
Timbul pemberontakan pada tahun 1905 setelah Rusia mengalami kekalahan yang memalukan dalam Perang Rusia-Jepang, namuan Tsar Nicholas II (1868-1918) berhasil menekannya. Tahun 1914, Nicholas sekali lagi maju ke medan perang, kali ini melawan Jerman. Setelah pasukannya menderita kekalahan di medan tempur, situasi domestik mulai kisruh. Dengan persediaan makanan yang makin menipis, terjadi peningkatan kemarahan terhadap kaum kaya yang selalu menikmati gaya hidup berfoya-foya dengan mengorbankan kepentingan orang lain.
Kerusuhan
Setelah berkali-kali terjadi penjarahan makanan, tahun 1915 dan 1916, sebuah revolusi berskala penuh meletus pada tahun 1917, dan pada tanggal 2 Maret, Nicholas dipaksa turun takhta. Beberapa upaya—sekalipun gagal, dijalankan untuk membentuk sebuah pemerintahan baru. Kendati demikian, seluruh struktur sosial dan ekonomi dalam Kekaisaran Rusia akhirnya tumbang akibat beratnya beban yang harus dipikul dan ketegangan sebagai dampak Perang Dunia I. Sementara anarki dan kelaparan melanda bagian pinggiran negeri itu, Rusia menjadi lahan yang subur bagi doktrin sosialisme, yang dikhotbahkan oleh seorang akademis Jerman, calon ahli filsafat yang bernama Karl Marx (1818-1883). Marx mempercayai bahwa rakyat jelata seharusnya dapat menjadi kaya hanya dengan merebut tanah milik kaum kaya. Kelompok sosialis yang paling kejam adalah Bolseviks, yang juga paling terorganisasi. Kelompok ini dengan suara lantang menentang tsar. Ketika sebuah pemerintahan dibentuk oleh anggota Partai Demokrat Konstitusional yang dipimpin oleh Alexander Kerensky (1881-1970), kaum Bolseviks menyerang tsar juga. Pada 7 Nopember 1917, Kerensky ditumbangkan dalam sebuah kudeta berdarah dan Bolseviks merebut kekuasaan, mendirikan sebuah dewan yang dinamai Dewan Kepala Departemen Pemerintahan untuk memerintah Rusia. Kepala dewan ini, perdana menteri pertama dari Rusia pasca-kekaisaran, adalah Vladimir Ilyich Ulianov (1870-1924), yang dikenal dengan nama Vladimir Lenin, yang sudah menetap di Swiss ketika revolusi itu meletus.
Lahirnya Negara Komunis Pertama di Dunia
Pemerintahan baru Lenin menghadapi banyak lawan, namun dalam bulan Maret 1918, ia menandatangani sebuah perjanjian damai dengan Jerman dan mampu membawa pulang pasukan-pasukan yang setia untuk menjalankan rencananya dan menutup mulut mereka yang tidak sependapat dengan dirinya. Tanggal 17 Juli 1918, Lenin mengeluarkan perintah bahwa tsar yang dipecat dijatuhi hukuman dan ia pun mulai mengkonsolidasi kekuatan. Ia menyatukan semuah jajahan tsar terakhir menjadi sebuah kekaisaran baru, dan diberi nama Union of Sovyet Socialist Republics (USSR) atau Uni Sovyet pada tanggal 30 Desember 1922. Sebuah negara dengan satu partai yang dilandasi gagasan-gagasan Karl Marx, di mana Partai Komunis yang dipimpin Lenin memiliki semua kekuatan dan menguasai segala kekayaan dan tanah. Selama beberapa dekade berikutnya, jutaan nyawa dan sumber-sumber daya besar dikorbankan dalam upaya yang sia-sia untuk membenarkan sebuah eksperimen yang kejam di kalangan masyarakat yang membutuhkan waktu 70 tahun untuk mengakhirinya.

Revolusi Cina

Menyusul kejatuhan Dinasti Manchu pada tahun 1911 dan pendirian Republik Cina, negara ini terlibat dalam perang sipil yang berkepanjangan.
Pihak oposisi melaksanakan Revolusi Cina pada 1911 dan meruntuhkan pemerintahan Dinasi Manchu. Pemimpin revolusioner, Sun Yat-sen (1866-1925), diangkat sebagai presiden provinsial. Republik Cina didirikan pada 12 Pebruari 1912, sekaligus penurunan takhta pemerintahan imperial. Kepresidenan Sun Yat-sen tidak berlangsung lama, yaitu hanya tiga hari akibat kurang mendapat dukungan. Cina kemudian diperintah oleh pemimpin militer, Yuang Shikai, sampai wafatnya pada 1916, ketika situasi politik di negara itu mulai terpecah.
Para pengikut Yuang Shikai membentuk pemerintahan di Beijing sementara Partai (nasionalis) Kuomintang Sun Yat-sen membentuk pemerintahan tandingan di Kanton (Guangzhou). Sepuluh tahun selanjutnya, Cina terlibat dalam perang sipil. Terjadi demonstrasi mahasiswa menentang isi Perjanjian Versailles pada 1919, ketika Jepang mengambil alih koloni Jerman di Cina, yang memicu pendirian Partai Komunis Cina pada tahun 1921. Dengan bantuan Uni Sovyet, Sun Yat-sen mengorganisasi ulang Partai Kuomintang. Dalam kebijakannya, ia menginzinkan anggota Partai Komunis untuk bergabung. Ketika Sun Yat-sen wafat pada tahun 1925, kepemimpinan Cina dan Partai Kuomintang dilanjutkan oleh Chiang Kai-shek.
Perang Sipil Cina
Pada 1926, Chiang Kai-shek melancarkan ekspedisi melawan para tuan tanah di utara yang ingin menggulingkan pemerintahan nasionalis. Ekspedisi ini dibantu oleh Partai Komunis Cina. Bersama-sama, mereka mengalahkan para tuan tanah. Namun pada 1927, aliansi Komunis dan Kuomintang berakhir. Kedua kubu mulai saling bertarung. Pertempuran ini dikenal sebagai Perang Sipil Cina. Chiang Kai-shek menetapkan ibukota negara di Nanjing (Nangking) pada tahun 1927. Pada tahun yang sama, Chiang Kai-shek menghalau Partai Komunis untuk keluar dari Shanghai dan memaksa mereka melarikan diri ke perbukitan Jiangxi. Kaum Nasionalis mengklaim telah menyatukan Cina, meskipun sebenarnya mereka belum sepenuhnya menguasai seluruh negara.
Mao Zedong
Pada 1931, memanfaatkan pergolakan yang timbul di Cina, Jepang menduduki Manchuria dan mendirikan negara boneka Manchukuo pada 1932. Sementara itu, kaum komunis membentuk pemerintahan tandingan (Jiangxi Sovyet) di Cina bagian selatan pada 1931. Pada tahun yang sama, Mao Zedong menjadi ketua Jiangxi Sovyet. Partai komunis membangun angkatan bersenjata di Jiangxi, dan berhasil bertahan dari empat kali percobaan pengusiran oleh kaum Kuomintang. Pada Oktober 1933, Chiang Kai-shek melancarkan serangan besar melawan kaum komunis dengan tujuan memusnahkan mereka. Kaum komunis bertahan selama satu tahun. Lalu pada Oktober 1934, sekitar 100.000 anggota kaum komunis meninggalkan Jiangxi dan melakukan long march.
Akhir Perjanjian
Mao Zedong memimpin long march yang menempuh hampir 10.000 kilometer hingga mencapai Yan’an, Provinsi Shaanxi di Cina bagian utara. Perjalanan itu berlangsung sampai Oktober 1935. Hanya sekitar 20.000 dari 100.000 peserta dapat bertahan hingga tujuan. Long march ini menjadikan Mao Zedong (1893-1976) sebagai pemimpin kaum komunis Cina.

Perang Dunia I

Pembunuhan atas Pangeran Franz Ferdinand, pewaris takhta Kekaisaran Austria-Hongaria, di Sarajevo pada Juni 1914 menjadi pemicu konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia.
Merasa iri dengan perdagangan dan koloni Inggris, Jerman yang telah memiliki angkatan bersenjata terbesar di dunia, juga mulai membangun armada laut. Ambisi Kaisar Wilhelm II (1859-1941) adalah memperoleh lebih banyak koloni di luar negeri. Ambisi dan kebijakan politik luar negerinya yang agresif mengkhawatirkan negara Eropa lain. Beberapa tahun menjelang 1914, Inggris dan Jerman bersaing membangun kapal-kapal angkatan laut yang lebih besar dan lebih baik. Saat itu juga terbentuk persaingan di antara negara-negara Eropa atas perdagangan, koloni, dan kekuatan militer. Kekuatan-kekuatan Eropa kemudian berkelompok membentuk aliansi pertahanan.
Membentuk Aliansi
Sekutu utama adalah Aliansi Bertiga yang terdiri atas Jerman, Italia, dan Austria-Hongaria. Dalam sekutu ini, serangan atas satu negara anggota akan mendorong anggota lainnya bertindak mempertahankan diri. Kebijakan ini bertujuan membatasi setiap gerakan agresif Rusia di kawasan Semenanjung Balkan. Sekutu lainnya adalah Triple Entente, terdiri atas Inggris, Prancis, dan Rusia. Ini bukan sekutu militer, tetapi anggotanya setuju untuk bekerja sama melawan setiap agresi militer Jerman.
Awal Mula Perang
Perang dimulai ketika seorang Serbia, Gavrilo Princip, menembak mati pewaris takhta Kekaisaran Austria-Hongaria, yaitu Pangeran Franz Ferdinand dan istrinya di Sarajevo pada 18 Juni 1914. Peristiwa ini mendorong Austria mendeklarasikan perang atas Serbia pada 18 Juli, tepat sebulan setelah penembakan. Tsar Rusia, Nicholas II, memobilisasi pasukan negaranya untuk mempertahankan Serbia dari Austria-Hongaria. Sebaliknya, Jerman mendeklarasikan perang atas Rusia pada 1 Agustus. Pasukan Rusia dikalahkan Jerman di Tannenberg dalan pertempuran di Danau Masurian. Di selatan, pasukan Austria-Hongaria dikalahkan Rusia pada bulan September.
Perang di Dua Front
Jerman selalu takut pada perang dua front, sehingga mereka menjalankan operasi Schlieffen Plan. Disusun oleh Jenderal Von Schlieffen, rencana ini bertujuan untuk mengalahkan Prancis hanya dalam enam minggu agar Jerman dapat berkonsentrasi melawan Rusia.
Pada tanggal 3 Agustus, Jerman mendeklarasikan perang kepada Prancis, sekutu Rusia. Ketika pasukan Jerman memasuki Belgia yang netral, mereka menghadapi perlawanan gigih dari orang Belgia. Ini memperlambat rencana Jerman. Akibatnya, Prancis memiliki waktu untuk mengatur ulang pasukannya di bawah komando Jenderal Joffre.
Awal Perang di Front Barat
Inggris mengambil peran dalam Treaty of London (1839), berusaha untuk melindungi kenetralan Belgia. Di Belgia, Inggris mendeklarasikan perang kepada Jerman pada 4 Agustus. Inggris mempertahankan Belgia dan mengirim 100.000 Pasukan Ekspedisionari Inggris ke Prancis untuk membantu Prancis memperlambat gerakan Jerman di Mons dan Charleroi.
Meski demikian, dalam menghadapi serangan Jerman yang hebat, Jenderal Joffre mundur sampai ke belakang Sungai Marne. Di sini, pasukan Prancis berhasil menahan pasukan Jerman pada 8 September. Kedua kubu lalu membuat posisi bertahan berupa parit-parit yang digali mulai dari Selat Inggris sampai ke daerah perbatasan Swiss.
Selama perang, Inggris, Prancis, dan Rusia dikenal sebagai Sekutu, atau Kekuatan Sekutu. Jerman, Austria-Hongaria, Turki Ottoman, dan para sekutunya dikenal sebagai Kekuatan Tengah. Kedua kubu berlomba membuat lebih banyak senjata, termasuk gas beracun. Mereka menilai, penggunaan senjata-senjata tersebut akan mempersingkat perang. Nyatanya, perang berlangsung selama 4 tahun dan menjadi konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia. Diperkirakan biaya langsung dari perang ini sekitar 40 milyar poundsterling. Korban manusia pun sangat banyak, keseluruhannya sekitar 30 juta orang, terbunuh atau terluka.
Perang di Darat
Selama Perang Dunia I, pertempuran terjadi di beberapa area. Front Barat antara Jerman dan Prancis utara, dan Front Timur antara Jerman dan Rusia. Juga terdapat pertempuran di laut di Timur Tengah, di mana Kekuatan Sekutu menyerang Kekaisaran Ottoman. Di Afrika, pasukan Inggris dan Prancis menyerang koloni Jerman.
Di Front Barat, pasukan Prancis dan Inggris bersama dengan ribuan pria dari Imperium Inggris, menduduki jaringan parit dalam sejak September 1914. Di hadapan mereka, di seberang lahan beberapa ratus meter yang dikenal sebagai ‘tanah tak bertuan’, terdapat parit-parit yang dikuasai oleh Jerman. Jutaan nyawa melayang dalam pertempuran di Front Barat, termasuk di Ypres, Verdun, dan Somme. Salah satu yang terburuk terjadi di Passchendaele pada 1917. Pertempuran ini berlangsung di tengah hujan yang sangat deras, dan pasukan harus menyeberangi lumpur setinggi pinggang. Dalam 102 hari, gerakan maju Sekutu hanya sekitar 8 kilometer, korban jiwa mencapai 400.000 jiwa.
Selama 4 tahun, pertempuran di Front Barat tidak bergerak lebih dari 32 kilometer ke segala arah. Pertahanan berupa kawat berduri, senapan mesin, dan artileri membuat setiap serangan menjadi sia-sia. Tank, yang pertama kali digunakan pada 1916, dapat menghancurkan kawat berduri tapi belum dapat diandalkan. Pesawat udara lebih bermanfaat, digunakan untuk memata-matai pasukan musuh dan menjatuhkan bom. Front Timur berlokasi di antara Laut Baltik dan Laut Hitam juga memiliki parit-parit perlindungan di mana Rusia menyerah pada September 1914.
Perang Laut
Hanya terdapat dua perang utama di laut selama Perang Dunia I. Pertama terjadi pada 1914 ketika armada Jerman dihancurkan oleh Royal Navy (Angkatan Laut Kerajaan Inggris) di lepas pantai Kepulauan Falkland, sebelah tenggara Amerika Selatan. Pada 1916, pecah Pertempuran Jutland. Baik Inggris maupun Jerman mengklaim sebagai pemenang dalam pertempuran ini meskipun armada Jerman mengalami kerusakan yang lebih parah. Setelah pertempuran itu, 31 Mei 1916, Angkatan Laut Tinggi Jerman meloloskan diri dalam kegelapan dan kembali ke pelabuhannya di Kiel sampai perang berakhir, yaitu ketika Jerman menyerah kepada Sekutu.
Kapal-kapal selam Jerman yang disebut sebagai U-boat, menyerang lokasi perkapalan Inggris di Prancis. U-boat menenggelamkan ratusan kapal laut Sekutu, yang hampir membuat Inggris menyerah. Ketika kapal USS Housatonic tenggelam pada 1917, Amerika Serikat mengumumkan perang terhadap Jerman. Italia, yang awalnya adalah sekutu Jerman, membelot dan beralih membela Sekutu.
Amerika Serikat Memasuki Perang
Kedatangan pasukan Amerika Serikat di Eropa pada 1917 memungkinkan Sekutu melancurkan serangan baru di Front Barat. Pada 1918, Rusia menarik diri dari perang, sehingga pasukan Jerman tidak dibutuhkan lagi di Front Timur. Pada bulan Maret, mereka berhasil menerobos parit dan bergerak menuju Paris. Prancis melakukan serangan balasan pada bulan Juli. Pada bulan Agustus, tank-tank Inggris dapat melintasi garis pertahanan Jerman di Amiens. Ketika Amerika Serikat memasuki Prancis, Jerman menyerah.
Akhir Perang
Pada bulan Oktober, terjadi pertempuran di dekat perbatasan Jerman. Blokade laut Inggris menyebabkan kelaparan di Jerman. Pada 11 Nopember dini hari, Jerman menandatangani pelucutan senjata. Kaisar Wilhelm II turun takhta dan melarikan diri. Pada “pukul sebelas tanggal sebelas bulan sebelas”, Perang Dunia I dinyatakan berakhir. Hampir 10 juta nyawa melayang dan lebih dari 20 juta orang terluka. Keadaan ini menimbulkan perubahan struktur sosial di beberapa negara. Dampaknya, banyak wanita memperoleh lebih banyak persamaan dan kebebasan dibanding sebelum perang. Di banyak tempat, kaum wanita juga memperoleh hak untuk memilih.
Perjanjian Versailles
Perang Dunia I secara resmi berakhir pada Konferensi Damai Paris yang pembahasannya berlangsung antara 1919 hingga 1923. Semua negara yang terlibat dalam perang (kecuali Jerman) bertemu untuk menyusun perjanjian damai, tetapi yang paling dominan adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Italia. Ada lima perjanjian lain yang disusun terpisah.
Isi perjanjian dari Perjanjian Versailles adalah Jerman dihukum atas keterlibatannya dalam Perang Dunia I. Jerman harus membayar kompensasi yang sangat besar kepada Sekutu. Wilayah kekuasaan Jerman dikurangi dan sebanyak 7 juta penduduk dipindahkan dari wilayah kekuasaan Jerman. Setelah itu, Jerman harus menyerahkan seluruh koloninya di luar negeri dan mengurangi pasukannya menjadi hanya 100.000 prajurit. Ekonomi Jerman yang runtuh, mengakibatkan hiperinflasi. Negara-negara lain juga menderita ketika mereka berusaha membayar utang yang dipinjam selama masa perang. Ini memicu timbulnya pergolakan politik dan ekonomi.
Perselisihan lanjutan dipicu oleh perubahan batas wilayah internasional di Eropa menyusul runtuhnya Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria, Rusia, dan Turki Ottoman.
Liga Bangsa-Bangsa
Konferensi Damai Paris juga menghasilkan Liga Bangsa-Bangsa, yang bertujuan menjaga agar dunia tetap aman dengan cara menyelesaikan sengketa lewat diskusi dan perjanjian. Liga ini gagal karena hanya memiliki sedikit kekuasaan setelah Amerika Serikat menolak bergabung dan masih terdapat persaingan di antara 53 negara anggota. Situasi ini memperlemah liga dan mengurangi pengaruhnya, sehingga menjelang akhir 1930-an, hanya sedikit negara yang memedulikannya.

Sejarah Penemuan Mobil

Kemajuan-kemajuan di bidang tenaga selalu dikaitkan dengan belokan-belokan dalam perjalanan sejarah budaya umat manusia karena semua kemajuan itu memperluas lingkup kemampuan kita untuk mempengaruhi hubungan kita dengan lingkungan. Adalah mesin uap James Watt—yang ditemukan pada abad ke-18—yang memberi kekuatan kepada Revolusi Industri abad ke-19. Adalah diciptakannya tenaga pembakaran internal yang praktis yang memungkinkan Revolusi Industri abad ke-20 memiliki pesawat terbang, mobil, pemotong rumput, dan mesin-mesin berbahan bakar yang lain.
Banyak upaya dilakukan untuk menghasilkan tenaga pembakaran internal pada awal abad ke-19, namun sebuah contoh keberhasilan yang pertama dibuat pada tahun 1860 oleh seseorang berkebangsaan Prancis kelahiran Belgia Etienne Lenoir. Sementara itu, pada tahun 1867, dua warga Jerman Nikolaus August Otto (1832-1891) dan Eugen Langen menciptakan sebuah mesin “yang menghembuskan udara” yang sangat memperbaiki efisiensi bahan bakar dalam menghasilkan tenaga pembakaran internal. Meskipun demikian, terobosan terhebat, dilihat dari sudut pandang efisiensi dan tenaga, adalah mesin 4-tak, yang menghasilkan empat putaran untuk satu kali pembakaran. Proses 4-tak sudah dirancang pada tahun 1862 oleh seorang Prancis Alphonse Beau de Rochas, namun ia tidak pernah membuat sebuah model tenaga pembakaran yang dapat dihasilkan dengan mudah. Adalah Nikolaus Otto yang berhasil dalam membuat dan memperoleh hak paten untuk tenaga pembakaran internal 4-tak yang pertama, tahun 1876.
Ditimbang dari kehidupan rata-rata manusia, ada sedikit keraguan bahwa mobil merupakan hasil ciptaan yang paling banyak mengalami perubahan secara mendasar dalam sejarah transportasi setelah roda atau ban. Prinsip yang medasari pembuatan mobil pertama adalah sesederhana ini: dari banyak jenis transportasi, pilihlah satu yang beroda, yang secara khas ditarik oleh kuda atau keledai. Lengkapi dengan sebuah mesin, kemudian diciptakan sebuah kendaraan transportasi pribadi yang digerakkan oleh baling-baling. Kendaraan berargometer tersebut dibuat di Jerman, tahun 1889, oleh Gottlieb Daimler (1834-1899) dan Wilhelm Maybach (1847-1929). Selain diberi gaya gerak sebesar 1,5 tenaga kuda, mesin 2-silinder, kendaraan tersebut memiliki empat persneling dan berkecepatan 16 kilometer per jam. Seorang Jerman yang lain, Karl Benz (1844-1929), juga membuat sebuah mobil berbahan bakar bensin pada tahun yang sama.
Mobil berbahan bakar bensin tetap membangkitkan rasa ingin tahun sepanjang sisa abad ke-19 dan hanya beberapa buah saja yang diproduksi di Eropa dan Amerika Serikat. Mobil yang pertama kali diproduksi dalam jumlah besar bermerk Oldsmobile, tahun 1901, di Amerika Serikat oleh Ransom E. Olds (1864-1950), sebuah pabrik mobil berbahan bakar bensin sejak 1873. Produksi massal mobil modern dan diciptakannya perakitan mobil sebagai industri modern adalah berkat jasa Henry Ford (1863-1947) dari Detroit, Michigan, yang membuat mobil berbahan bakar bensin yang pertama, tahun 1896. Ford mulai memproduksi Model T-nya pada tahun 1908, dan tahun 1927, ketika produksinya terhenti, lebih dari 18 juta mobil sudah dihasilkan oleh perakitan mobil itu.

Sejarah Teori Evolusi

Sepanjang sejarah, banyak upaya dibuat untuk menentukan dengan tepat kapan sesungguhnya dunia dimulai. Sebelum abad ke-20, teknik-teknik modern untuk menentukan tanggal tidak tersedia, sehingga para cendekiawan Barat bergantung pada Alkitab, yang tentu saja, memulainya dengan ulasan Kitab Kejadian mengenai pencintaan bumi. Dengan menghitung mundur dari kelahiran Isa Al-Masih (yang kemudian dikalkulasi sebagai tahun 0), cendekiawan-cendekiawan itu menghitung semua acuan yang menunjukkan rentang waktu dan menentukan bahwa dunia sudah diciptakan pada tahun 4004 SM. Dewasa ini, sebagian besar orang menerima gagasan bahwa dunia memiliki asal-usul yang terjadi 4,5 milyar tahun yang lalu dan merupakan bagian dari sebuah proses evolusi. Mereka yang menganut teori ini dikenal sebagai penganut teori evolusi. Orang yang memercayai Alkitab sebagai kebenaran yang harfiah dikenal sebagai penganut teori penciptaan.
Konsep ‘penciptaan’ dan ‘evolusi’ bertentangan satu sama lain, bukan mengenai masalah apa atau kapan dunia diciptakan, melainkan mengenai kapan dan bagaimana segala sesuatu yang lain diciptakan. Para penganut teori pencipataan dengan bentuk yang persis sama sebagaimana yang kita kenal hari ini dan bahwa mereka selamanya memiliki bentuk yang sama. Para penganut teori evolusi percaya bahwa sebuah spesies mampu berubah dari generasi ke generasi dan bahwa dua spesies yang serupa namun tak sama—singa dan harimau, misalnya—mungkin bisa memiliki nenek moyang yang sama jutaan tahun yang lalu. Gagasan yang terakhir, yang kelihatannya merupakan suatu gagasan yang biasa-biasa dewasa ini, boleh jadi sudah dinyatakan di Yunani sejak dulu kala, misalnya pada abad ke-5 SM. Tetapi, pada abad ke-19 sebuah teori evolusi yang dikembangkan secara penuh masih belum terdengar dan pasti tidak seorang pun mampu membuat rincian-rincian dari teori serupa ini.
Orang pertama yang memformulasikan teori evolusi secara rinci adalah seorang ahli biologi amatir berkebangsaan Inggris bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Sekalipun merupakan pelajar biasa-biasa saja di sekolah, Darwin baru saja lulus dari Cambridge ketika ia menerima kesempatan kerja tanpa dibayar untuk terlibat dalam sebuah ekspedisi penyelidikan mengenai alam selama 5 tahun yang sedang dikerjakan oleh sebuah kapal HMS Beagle. Kapal Beagle ini meninggalkan pelabuhan di Inggris pada bulan Desember 1831 dan kembali pada bulan Oktober 1836. Semasa pelayaran penjang itu, anak buah kapal menyelidiki Amerika Latin, Australia, Selandia Baru, dan pulau-pulau sepanjang rute itu yang tak terhitung banyaknya.
Dalam perjalanan inilah Darwin mulai menyelaraskan dan menyatukan teori evolusinya. Ia mendapati bahwa di pulau-pulau yang sangat jauh dari benua, seperti Kepulauan Galapagos (sebelah barat Amerika Selatan), misalnya, spesies-spesiesnya sangat berbeda satu sama lain dibandingkan jenis yang sama yang ditemukan di tanah daratan. Fakta ini mendorong Darwin untuk mengakui bahwa meskipun mereka betul-betul memiliki nenek moyang yang sama, dengan bergulirnya waktu, lingkungan-lingkungan yang asing telah mengakibatkan spesies-spesies itu berevolusi karena alam ‘menyeleksi’ tanaman-tanaman serta binatang-binatang yang paling selaras dengan lingkungan-lingkungan tertentu. Diperlukan waktu lebih dari 20 tahun bagi Darwin untuk memformulasikan teorinya hingga berbentuk lengkap, namun ketika bukunya yang diberi judul The Origin of Species akhirnya diterbitkan pada tahun 1859, karya tersebut secara mendasar mempengaruhi buku-buku pelajaran termasuk teori-teori biologi karena mengubah sudut pandang manusia mengenai sejarah dunia dan lingkungan di mana mereka menetap.

Unifikasi Jerman yang Pertama

Kini sudah jelas bahwa Jerman merupakan jantung Eropa dari segi geografis maupun industri, namun dari segi sejarah, eksistensi Jerman sebagai sebuah negara tunggal yang bersatu merupakan sebuah kejadian yang relative baru. Pada waktu pemerintahan Kekaisaran Romawi, suku-suku yang tergolong bangsa Jerman tetap berdiri sendiri-sendiri dengan teguh sekalipun bahasa mereka sama. Bahkan, setelah negara-negaranya bersatu di atas kertas sebagai bagian dari Kekaisaran Romawi Suci—yang selalu diperintah oleh seorang pemimpin boneka—mereka bertahan sebagai negara-negara bagian yang mandiri. Gelar yang amat seremonial ini disandang sampai tahun 1806, yaitu ketika Napoleon Bonaparte (1769-1821) membentuk sebuah konfederasi negara-negara Jerman sebagai bagian dari Kekaisaran Prancis yang diimpikannya. Ironisnya, konfederasi ini akhirnya menjadi alasan mendasar untuk menentang Napoleon. Pada waktu Napoleon dikalahkan di Waterloo (Belgia) pada tahun 1815, lebih dari 300 negara-negara bagian Jerman yang eksis di Abad Pertengahan sudah bergabung dan menjadi 39 negara bagian saja. Di antara negara-negara ini ada bangsa-bangsa yang kuat, seperti Austria dan Prusia, dan negara-negara lain yang lebih kecil, misalnya Bavaria (Bayern) dan Saxony.
Upaya Penyatuan
Meskipun demikian, upaya-upaya untuk menggabungkan Jerman setelah era Napoleon selalu menghasilkan persaingan antara Prusia dan Austria. Yang lebih unggul akan menjadi pemerintahan yang dominan di sebuah Jerman yang bersatu. Akhirnya, Prusia muncul sebagai yang paling kuat di antara negara-negara bagian Jerman, dan Austria tetap terpisah dari Jerman yang disatukan sejak itu, kecuali selama periode tahun 1938 sampai 1945, ketika Adolf Hitler (1889-1945) menyatukan keduanya.
Unifikasi
Orang yang paling bertanggung jawab untuk memetakan perjalanan unifikasi Jerman adalah Otto von Bismarck (1815-1898), yang ditunjuk sebagai duta Prusia untuk Bundestag (parlemen negara-negara bagian Jerman) oleh Kaiser Friedrich Wilhelm IV (1795-1861). Von Bismarck kemudian bertugas sebagai duta besar Prusia untuk Prancis. Pengalaman ini memberi ia wawasan-wawasan yang berharga yang berguna dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Tahun 1862, adik dan sekaligus pewaris takhta, yaitu Wilhelm I (1797-1888) menunjuk von Bismarck sebagai Kanselir Prusia. Dikenal sekadar sebagai “Kanselir Besi”, von Bismarck terus menjalankan tugasnya sebagai kanselir pertama dari Kerjaan Jerman, yaitu dari tahun 1871-1890. Tahun 1866, von Bismarck memotori unifikasi untuk sebagian besar dari negara-negara bagian Jerman yang berada di bawah kekausaan Prusia.
Sementara itu, Louis Napoleon (1808-1873) (Kaisar Napoleon III setelah tahun 1852) ingin memperluas garis batas sebelah timur Prancis sampai Sungai Rhein dan memasukkan banyak negara bagian Jerman ke dalam Kekaisaran Prancis. Tanggal 19 Juli 1870, Napoleon III mendeklarasikan perang terhadap negara-negara bagian Jerman. Berkat perencanaan cermat von Bismarck, Prusia sangat siap untuk menghadapi serangan. Pasukan Jerman membuat serangan balik, dan tiba di Paris menjelang hari Natal. Perang Prancis-Prusia berakhir dengan sebuah kemenangan yang menentukan, dan Prusia kemudian memiliki kekuatan politis untuk menyatukan negara-negara bagian Jerman. Tanggal 18 Januari 1871, Kekaisaran Jerman diproklamirkan, dengan Otto von Bismarck sebagai kanselirnya.
Von Bismacrk akan tetap menjadi penguasa yang tangguh di balik takhta monarki paling kuat di Eropa daratan selama hampir 20 tahun. Jerman sendiri akan tetap bersatu sampai tahun 1945.

Serbuan Tambang Emas California

Adalah sebuah batu koral berwarna kuning yang ditemukan secara tak sengaja oleh seorang yang bernama James Marshall (1810-1885) yang mengawali migrasi massal terbesar dalam sejarah modern. Kecuali Perang Sipil Amerika, peristiwa penemuan itu merupakan sebuah peristiwa yang berlangsung paling lama dan menentukan kedudukan Amerika Serikat pada abad ke-19.
Selama beberapa dekade pertama sejak eksistensinya, Amerika Serikat sebetulnya hanya terdiri dari 13 koloni yang asli ditambah tanah-tanah di sekelilingnya yang merupakan ‘padang belantara’ Appalachia dan ‘bagian barat-laut’ dari negara dengan Great Lakes. Sekalipun ukuran negara tersebut hampir dua kali lipat pada tahun 1803 dengan dibelinya Louisiana dari Prancis, kebanyakan dari teritori itu merupakan sebuah wilayah besar yang belum terpetakan dan dikenal sebagai Padang Besar Amerika. Jauh di sebelah barat, Spanyol, dan (setelah 1821) Meksiko, menguasai negara-negara bagian di tenggara. Meskipun demikian, penguasaan Meksiko atas California menjadi makin dan makin lemah sementara pemukim-pemukim Amerika yang mengalir sedikit demi sedikit secara tetap terus memasuki Oregon maupun California. Tahun 1846, penduduk Amerika mendeklarasikan sebuah “Republik California” dan pada tahun itu pula Ameirka Serikat membeli Oregon dari pemerintah Inggris dan mendeklarasikan perang terhadap Meksiko. Dua tahun kemudian, tahun 1848, Meksiko menyerahkan California, bersamaan dengan wilayah-wilayah yang hari ini bernama Nevada, Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico, kepada Amerika Serkat. Pada saat itu, penduduk Amerika di wilayah tersebut sudah bertumbuh jauh lebih besar dibandingkan penduduk Meksiko.
Meskipun demikian, California masih jauh dari ‘peradaban.’ Akan tetapi, semua ini segera berubah. Pada 24 Januari 1848, James Marshall, seorang tukang kayu di penggergajian milik John Sutter di dekat Sacramento di kaki bukit Sierra Nevada, menemukan sebuah bongkahan emas yang sangat besar. Sebuah pencarian lebih jauh memunculkan lebih banyak bongkahan emas, dan tidak lama kemudian, frasa “ada emas di kaki bukit itu” bergaung di seantero bagian tengah California.
Pada tahun 1849, berita mengenai penemuan emas sudah mencapai Pantai Timur Amerika, dan Serbuan Tambang Emas California pun dimulai. Lebih dari 50.000 “orang pencari tambang emas” mengalir ke California, tiba di sana melalui jalan darat dan jalan laut setelah melintasi ujung Amerika Latin. Banyak bongkahan emas yang beratnya mendekati 45 kilogram ditemukan. Jumlah nilai emas yang digali dari pegunungan Sierra dalam waktu lima tahun pertama serbuan emas itu saja melebihi nilai dari jumlah emas yang dihasilkan bagian-bagian lain di dunia.
San Francisco, sebagai gerbang masuk ke tambang-tambang emas itu, terus bertumbuh sebagai kota yang penting dan pelabuhannya menjadi dikenal sebagai “Gerbang Emas”. Penduduk kota itu pun bertumbuh dari 800 sampai 25.000 jiwa dalam kurun waktu beberapa bulan. Dan ketika pada tahun 1850 California diakui sebagai anggota Union (Amerika Serikat), perserikatan negara bagian federal, penduduknya sudah dua kali lipat dibandingkan pada waktu emas pertama kali ditemukan di penggergajian milik Sutter. Gejolak-gejolak di bidang keuangan sebagai akibat dari serbuan tambang emas itu sangat mempengaruhi pasar uang di seluruh dunia. Perpindahan penduduk secara massal yang dipercepat oleh serbuan tambang emas mengubah jalannya sejarah Amerika untuk selama-lamanya dengan menciptakan, hampir dalam waktu semalam, sebuah peradaban Amerika di pantai barat benua itu.

Sunday, December 8, 2013

Sejarah Berdirinya Selandia Baru

Suku Maori telah menjadi penduduk tunggal di Selandia Baru selama hampir seribu tahun, lalu tiba-tiba mereka harus bersaing memperebutkan wilayah mereka sendiri.
Penduduk pertama yang menghuni Selandia Baru adalah suku Maori, yang telah bermukim sejak awal abad ke-9. Mereka berasal dari pulau-pulau lain di kawasan Pasifik, yang menjelajahi laut menggunakan kano. Mereka terutama bermukim di sepanjang pantai dan sungai-sungai di Pulau Utara, meski ada yang membentuk komunitas kecil di Pulau Selatan. Sejak akhir abad ke-18, lebih banyak lagi pemukiman dan pos dagang yang didirikan oleh para misionaris dan para pemburu ikan paus meski muncul keberatan dari orang Maori. Sejak 1830-an, pertumbuhan para pemukim bangsa Eropa di Pulau Utara, Selandia Baru, mulai mendatangkan masalah. Para pemukim ini membutuhkan wilayah lebih besar untuk menggembalakan ternak. Sebaliknya, penduduk lokal, yaitu orang Maori, hidup bertani, menangkap ikan, dan berburu binatang, serta menyambut baik perdagangan dengan orang asing.
Cerita rakyat suku Maori menuturkan bahwa Pulau Utara di Selandia Baru diciptakan oleh pahlawan mereka, yaitu Maui. Mereka percaya bahwa semua tanah mereka harus terus dipertahankan untuk generasi selanjutnya, sehingga menjual tanah adalah pelanggaran tradisi. Inilah mengapa mereka tidak menjual tanah mereka kepada para pendatang bangsa Eropa.
Kedaulatan Inggris
Pada tahun 1830-an, jumlah penduduk Maori berkurang akibat penyakit yang tidak sengaja dibawa oleh para pemukim Eropa. Kaum pendatang dan orang Maori menginginkan agar Inggris menetapkan hukum tegas dan menyediakan bantuan.
Pada 1840, seorang wakil dari pemerintah Inggris bersama dengan 500 tetua adat suku Maori menandatangani PerjanjianWaitangi. Isi perjanjian ini menyatakan, jika orang Maori memberi Inggris kontrol atas Selandia Baru dan menerima Ratu Victoria sebagai pemimpin tertinggi, Inggris akan melindungi semua hak kepemilikan lahan bangsa Maori. Dalam perjanjian juga ditetapkan bahwa Selandia Baru menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Bangsa-bangsa Eropa terus menguasai lahan suku Maori. Mereka berpikir bahwa mereka telah membelinya secara sah. Sementara orang Maori memiliki penafsiran yang berbeda atas perjanjian itu. Orang Maori berpikir bahwa mereka hanya setuju untuk menjadi bagian dari kegubernuran Inggris. Beberapa pemberontakan suku Maori terjadi antara tahun 1845 dan 1848.
Tahun-tahun Penting
1790-an
Pemukim pertama bangsa Eropa tiba
1839
New Zealand Company didirikan di London
1840
Perjanjian Waitangi ditandatangani oleh Inggris dan suku Maori
1841
Selandia Baru menjadi koloni yang terpisah
1845
Pecah kerusuhan serius di antara orang-orang suku Maori
1860
Perang skala besar berkobar
1871
Perjanjian damai permanen ditetapkan
1882
Kapal-kapal berpendingin pertama memungkinkan mengekspor daging
1907
Selandia Baru menjadi negara dominion dalam Kerajaan Inggris
Perang Orang Maori
Pada 1860, pecah perang antara suku Maori dan para kolonis. Meskipun orang-orang Maori berperang dengan gagah berani, mereka dipaksa mundur ke pegunungan. Perjanjian damai dicapai pada tahun 1871. Selandia Baru menjadi negara dominion di bawah Kerajaan Inggris pada tahun 1907. Selandia Baru menjadi makmur, dan jumlah penduduk Maori mulai bertambah kembali.

Sejarah Berdirinya Kekaisaran Jerman

Pada paruh kedua abad ke-19, kekuatan militer Prancis mulai diimbangi oleh Prusia, sebuah negara di Jerman yang muncul sebagai kekuatan baru.
Setelah kegagalan revolusi 1848, Konfederasi Jerman terdiri atas lebih dari 40 negara bagian, dan belum bersatu selama berabad-abad. Dua negara terkuat, yaitu Austria dan Prusia, memperebutkan kekuasaan atas seluruh Jerman. Meski awalnya lebih lemah, kegiatan perdagangan dan industri Prusia berkembang pada 1850-an. Kekuatan Prusia yang terus meningkat ditopang oleh Kaisar Prusia dan perdana menterinya yang baru, Otto Eduard Leopold von Bismarck (1815-1898).
Austria dan Prusia berperang melawan Denmark untuk memperebutkan wilayah Schleswig dan Holstein. Kendati kedua wilayah ini milik keluarga kerajaan Denmark, banyak penduduk Jerman tinggal di sana. Denmark berhasil dikalahkan, dan kedua wilayah itu berada di bawah kekuasaan Jerman. Namun, Austria dan Prusia segera berselisih tentang bagaimana seharusnya kedua wilayah itu diperintah.
Memperebutkan Jerman
Pada 1866, Bismarck membubarkan Konfederasi Jerman. Austria yang yakin akan menang mengumumkan perang atas Prusia. Namun, Austria tidak mempertimbangkan dengan cermat kekuatan dan keahlian pasukan Prusia. Pasukan Prusia menyerang wilayah Austria dengan sangat cepat. Kekuatan Kekaisaran Habsburg mulai melemah ketika Austria kalah dalam pertempuran di Sadowa pada tanggal 3 Juli 1866. Bismarck kemudian mendirikan Konfederasi Jerman Utara dengan Prusia memegang peranan sebagai anggota terkuat.
Perjanjian Praha adalah contoh keahlian diplomasi Bismarck sebagai negarawan. Bismarck memahami bahwa sangat berbahaya memandang rendah Austria. Untuk itu, Bismarck lebih memilih bersekutu dengan Austria dibanding menjadi musuh. Menurutnya, Habsburg hanya kehilangan dua teritori duke yang pada dasarnya tidak mereka inginkan, dan Venesia. Sementara Prusia memperoleh keuntungan besar, yaitu menguasai sebagian besar Jerman.
Tahun-tahun Penting
1852
Napoleon III menjadi Raja Prancis
1862
Otto von Bismarck menjadi Perdana Menteri Prusia
1864
Bismarck berencana mengambil alih Schleswig-Holstein
1866
Schleswig-Holstein dikuasai Prusia
1867
Konfederasi Jerman Utara dibentuk
1870
Pecah Perang Prancis-Prusia
1870
Prancis dikalahkan dalam Pertempuran Sedan, Napoleon III ditawan
1870
Prusia mengepung Paris
1871
Perang Prancis-Prusia berakhir dengan Perjanjian Damai Frankfurt
1871
Kerajaan Jerman Kedua diploklamirkan di istana Versaille, Prancis
1873
Napoleon III wafat dalam tawanan
Perang Prancis-Prusia
Penguasa Prancis, Napoleon III (1808-1873), kurang mendapat dukungan dan nasehat yang tepat. Ia merasa terancam atas kekuatan Prusia. Maka, Napoleon III mendesak Jerman menyerahkan beberapa wilayah mereka agar dapat mengimbangi Prusia. Bismarck mengabaikan desakan ini. Ancaman Napoleon ini hanya berlaku bagi negara-negara Jerman bagian selatan yang enggan berada di belakang Prusia.
Bismarck kemudian memprovokasi Prancis dengan mengubah laporan percakapan antara Raja Prusia dengan Duta Besar Prancis sehingga tampak seperti penghinaan terhadap Prancis. Ketika dokumen itu, Ems Telegram, dipublikasikan pada 1870, Napoleon III menjadi sangat marah. Ia kemudian mengobarkan perang. Dalam Perang Prancis-Prusia ini, Prusia mengalahkan Prancis pada 1871 dan mengambil alih Alsace dan Lorraine. Negara-negara Jerman lainnya bergabung dengan Prusia pada 1871. Bismarck membentuk Kerajaan Jerman Kedua dengan Wilhelm I sebagai Raja Jerman.

Sejarah Berdirinya Italia

Negara Italia lahir berkat bantuan seorang aristokrat, Count Camillo Cavour, dan seorang berpikiran kerakyatan, Giuseppe Garibaldi.
Pada awal abad ke-19, Italia terdiri atas sejumlah negara kecil. Di luar Kerajaan Piedmont Sardinia dan Roma yang diperintah oleh Paus, negara-negara kecil ini diperintah oleh negara-negara asing. Pada 1830-an, gerakan kemerdekaan yang dikenal sebagai Risorgimento (kebangkitan) mulai tumbuh. Pada 1848, revolusi menentang kekuasaan asing pecah di berbagai kota atau negara kecil di Italia, tapi dapat cepat dipadamkan. Pada 1849, Victor Emmanuel II (1820-1878) menjadi Raja Piedmont Sardinia, negara di wilayah utara dengan ibukota Turin. Ia adalah orang yang populer, mungkin karena kerap membatasi kekuasaan rohaniwan yang kurang dihargai di utara dibanding di selatan.
Politisi Berbakat
Count Camillo Cavour (1810-1861), seorang aristokrat Italia yang berpandangan liberal, diangkat menjadi perdana menteri di Kerajaan Piedmont Sardinia pada 1852. Ia beraliansi dengan Prancis pada 1858, dan bersama-sama mengalahkan Austria pada 1859. Austria menyerahkan Lombardy kepada Prancis yang kemudian menyerahkannya ke Piedmont Sardinia untuk ditukar dengan Savoy dan Nice. Sebagian besar wilayah Italia utara lalu bergabung dengan Piedmont Sardinia.
Pada 1860, pemberontakan pecah di Italia bagian selatan, yang pada masa itu merupakan bagian dari Kerajaan Dua Sisilia. Giuseppe Garibaldi (1807-1882) memimpin pemberontakan itu dan berhasil menguasai kerajaan. Pasukannya dikenal sebagai Redshirt (kaus merah) sesuai dengan warna seragam yang mereka gunakan. Mereka setia kepada pemimpin mereka yang patriotis dan romantis. Redshirt hanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk menaklukkan seluruh kerajaan itu.
Cavour sangat khawatir Garibaldi dan pasukannya yang tampak sulit dihentikan akan menyerang Roma, yang selanjutnya dapat membuat Austria atau Prancis bergerak membantu Paus. Cavour kemudian menginvasi Negara Kepausan (tapi bukan Roma) dan mengarahkan pasukannya ke selatan. Pasukan Garibaldi telah menguasai Naples (Napoli), sementara Cavour dengan hati-hati mengitari Roma dan akhirnya bertemu dengan Garibaldi.
Perjanjian dan Penyatuan Italia
Count Camillo Cavour membentuk kesepakatan rinci dengan Garibaldi dan pasukan Redshirt-nya yang memungkinkan kerajaan Italia bagian utara mengambil alih Sisilia, Naples, dan Negara Kepausan. Pada Pebruari 1861, Parlemen Nasional pertama dibentuk di Turin. Sebulan kemudian, Victor Emmanuel II diangkat menjadi raja seluruh Italia. Sementara Garibaldi mundur dari panggung sejarah.
Dua kerajaan kecil tidak termasuk dalam kerajaan ini. Venesia masih menjadi bagian Kekaisaran Austria, dan Roma diperintah oleh Paus tetapi dikuasai oleh Prancis. Venesia akhirnya diserahkan kepada Italia setelah Austria kalah dalam Perang Austria-Prusia (1866). Di Roma, Paus Pius IX tidak bersedia berada di bawah kekuasaan kerajaan utara. Perang Prusia-Prancis (1870) memaksa Prancis menarik pasukannya dari Roma untuk tugas lain, dan segera saja pasukan Italia mengambil alih Roma. Roma kemudian menjadi ibukota Italia. Paus Pius tidak mau bernegosiasi dan menganggap dirinya sebagi tawanan di Vatikan sampai wafatnya pada 1878. Penduduk Roma menginginkan penyatuan sehingga dewan pemerintahan Piedmont Sardinia memerintah seluruh negara yang bersatu sepenuhnya.