This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, December 24, 2012

Zaman Akal Budi

Pada pertengahan abad ke-17, pemikiran Renaisans telah menyebar ke sebagian besar Eropa, dan menghasilkan berbagai penemuan baru mengenai dunia dan manusia.
Tahun-tahun Penting
1608
Hans Lippershey, ahli kacamata Belanda, menciptakan teleskop pertama
1609
Galileo memelajari benda jauh
1609
Kepler menformulasikan Hukum Peredaran Planet
1628
Harvey menemukan sirkulasi darah
1635
Akademi Français didirikan
1637
Analisis Geometri Descartes dijelaskan
1644
Evangelista Torricelli, ahli kimia Italia, mempublikasikan teorinya tentang barometer
1647
Mesin penambahan Pascal diciptakan
1657
Huygens membuat jam pendulum
1660
Barometer digunakan untuk meramal cuaca
1666
Newton memformulasikan Hukum Gravitasi
1673
Mesin hitung Leibnitz dibuat
1705
Edmund Halley memprediksikan kembalinya komet pada tahun 1758
1735
Carl Linnaeus mengklasifikasikan tanaman dan hewan
1742
Anders Celcius menciptakan skala suhu Celcius
 Dalam kurun waktu beberapa ratus tahun, orang Eropa telah menyaksikan berbagai perubahan besar. Kapal-kapal telah berlayar ke negeri yang sangat jauh dan membawa pulang barang dan pengetahuan dari kebudayaan lain. Tata perekonomian Eropa bertumpu pada uang. Muncul banyak kota baru dan lebih besar. Buku, teater, opera, dan kebudayaan populer membuat perubahan besar. Para raja dan bangsawan hidup dalam kemegahan, terpisah dari penduduk lainnya. Para menteri dan pegawai negeri mengendalikan pemerintahan. Muncul sejumlah pemikiran radikal.

Kehidupan masa ini sangat berbeda bagi semua orang. Selain ada orang yang kaya raya, banyak juga orang yang hidup miskin. Orang mulai ragu dan mempertanyakan kebenaran dari banyak pemikiran sebelumnya. Ajaran dari Alkitab atau filsuf Yunani kuno tidak lagi memuaskan. Orang mulai berpikir tentang banyak hal menyangkut diri mereka. Di saat yang sama, muncul berbagai penemuan baru tentang dunia, alam semesta, negeri lain, dan manusia. Ada dorongan untuk mengamati, meneliti, membuat uji coba, dan mendiskusikan semua hal, guna memasuki batasan baru dalam penyelidikan ilmiah. Revolusi di bidang ilmu pengetahuan dan cara berpikir ini dikenal sebagai zaman akal budi.
Para pengembara berkunjung ke Jepang, Armenia, Meksiko, Arabia, dan Afrika untuk melakukan pengamatan dan melaporkan temuan mereka. Pengobatan (maupun penyakit) baru didatangkan dari negeri jauh. Para dokter membedah mayat untuk mempelajari organ tubuh dan fungsinya. Ahli botani mengumpulkan dan mulai melakukan klasifikasi tumbuhan. Para ahli kimia melakukan eksperimen dengan berbagai senyawa. Selama abad ke-17, ditemukan teleskop, barometer, jam pendulum, mesin hitung, dan pompa udara.
Logika dan Pemikiran Baru
Para ahli matematika seperti Leibnitz dan Descartes melakukan penelitian geometri dan kalkulus. Galileo dan Newton memelajari gravitasi, sementara Kepler meneliti pergerakan planet. Tycho Brahe membuat katalog perbintangan, sedangkan Snellius, Huygens, dan Grimaldi meneliti perilaku cahaya, dan Boyle meneliti gas. Barang-barang mekanis mengikuti logika yang masuk akal. Logika juga diterapkan dalam kehidupan sosial dan bidang politik. Francis Bacon mengembangkan pemikiran tentang negara yang sempurna. Para cerdik pandai lain menulis mengenai pemerintahan, hak rakyat, dan “kontrak” antara pihak penguasa dan yang dikuasai.
Berkembang sejumlah lembaga sebagai tempat diskusi bagi sejumlah pemikiran. Akademi Français milik Kardinal Richelieu didirikan pada tahun 1635. Anggota awal Royal Society di Inggris adalah Robert Boyle (ahli kimia), Isaac Newton (ahli fisika), Samuel Pepys (penulis buku harian), dan Christopher Wren (arsitek). Di kedai kopi dan teh baru yang diselimuti asap rokok di seluruh Eropa, orang berdikusi membicarakan berbagai hal berdasarkan rasio atau akal budi. Mulai terbentuk suatu pola pikir baru yang rasional dan tidak berbau keagamaan. Karya Rene Descartes, Isaac Newton, Francis Bacon, Galileo Galilei, dan banyak lainnya menjadi dasar bagi pengentahuan dunia masa kini.

Sejarah Irlandia (1540-1800)

Pemerintahan Inggris yang beragama Protestan dipaksakan di Irlandia selama abad ke-17. Inggris terus berusaha menindak berbagai perlawanan yang muncul.
Orang Irlandia tidak pernah menyukai orang Inggris. Henry II dari Inggris menaklukkan sebagian besar Irlandia pada 1171. Selama 400 tahun berikutnya, monarki Inggris berusaha mempertahankan kekuasaannya di sana. Hubungan kedua bangsa terus memburuk, terutama berkaitan dengan agama. Orang Irlandia memeluk agama Katolik, sementara orang Inggris menganut Protestan. Para pastor Irlandia mendorong pemberontakan dengan mengajarkan bahwa orang Inggris adalah kelompok bidaah sehingga tidak berhak memerintah Irlandia. Orang Inggris lalu mengambil langkah tegas untuk tetap berkuasa di Irlandia. Mereka membubarkan banyak biara kuno dan menjual tanahnya kepada keluarga yang mendukung pemerintahan mereka. Orang Irlandia bereaksi dengan melancarkan banyak pemberontakan. Pada tahun 1556, Mary I menginginkan pasukan Irlandia tengah untuk menyingkirkan penduduk asli Irlandia dan memberikan tanahnya kepada pemukim Inggris.
Perkebunan dan Pemberontakan
Inggris lalu memperluas kekuasaannya pada 1580. Para pemukim Inggris dijanjikan kekayaan dan kesempatan. Mereka dengan cepat mengembangkan tanah dan kota baru. Namun, koloni mereka dihancurkan oleh orang Irlandia pada 1598. Pemberontakan pecah di Ulster, sebuah kawasan Irlandia murni, tetapi ditindas pada 1603. Inggris mendirikan perkebunan di sana, dengan mendatangkan kaum Puritan Skotlandia, diperkuat dengan kota-kota berbenteng seperti Londonderry. Beberapa orang Irlandia bangkit melawan, tetapi lebih banyak yang meninggalkan tanah mereka. Pada pertengahan abad ke-17, jumlah orang Katolik di Ulster lebih sedikit dibandingkan orang Protestan.
Pada 1642, pecah pemberontakan dan ribuan pemukim Protestan terbunuh. Karena sibuk dengan Perang Saudara Inggris, Cromwell baru menumpas pemberontakan itu pada 1649. Ia tiba dengan pasukan besar dan menindas orang Irlandia. Penduduk setempat berpindah ke daerah yang lebih gersang di bagian barat, sementara para prajurit Inggris diberikan tanah untuk dihuni. Orang Katolik hanya memiliki kurang dari setengah tanah mereka.
Tahun-tahun Penting
1556
Mary I memulai perkebunan Protestan di Irlandia
1580
Pemukiman perkebunan lainnya didirikan
1598
Pemberontakan pecah di Irlandia, terutama di Ulster
1642
Pemberontakan orang Irlandia melawan control Inggris
1649
Penumpasan pemberontakan di Irlandia orang Cromwell
1690
Pertempuran Boyne, kaum Protestan menang
1798
Pemberontakan kaum nasionalis Wolf Tone
Pemerintahan Kaum Protestan
Harapan orang Irlandia sedikit berkembang ketika James II yang beragama Katolik menjadi Raja Inggris. Anak perempuannya menikahi William of Orange dari Belanda, panglima aliansi negara-negara yang memerangi Prancis. William menjadi Raja Inggris pada 1688. James melarikan diri ke Irlandia. Akhirnya, tentara James (kaum Yakobit) bertempur dengan pasukan William di Boyne pada 1690. William keluar sebagai pemenang.
Rangkaian peristiwa ini menjadi titik balik dalam sejarah Irlandia. Hukum tegas diterapkan. Orang Katolik dilarang: memiliki senjata, terlibat dalam masalah politik, memiliki tanah, mendapat pendidikan, dan bahkan memiliki kuda bertubuh besar. Orang Katolik yang berpindah ke Protestan diberikan tanah yang dirampas dari mereka yang tetap memeluk agama Katolik. Rakyat pun terpecah belah. Sejumlah orang Irlandia menerima keadaan, sementara yang lainnya terus menentang. Selain itu, banyak orang Irlandia meninggalkan negerinya. Meski abad ke-18 relatif tenang, muncul masalah baru. Wolf Tone memimpin pemberontakan pada 1790-an. Banyak orang Irlandia terbunuh. Selain menghalau serangan Prancis, Inggris menumpas pemberontakan dengan kejam. Keadaan ini memaksa orang Inggris menyadari bahwa kaum Katolik Irlandia akan tetap ada.

Friday, December 21, 2012

Sejarah Berdirinya Spanyol

Perebutan kembali wilayah Spanyol dari kaum Muslim dimulai pada abad ke-12. Negeri ini dipersatukan kembali secara utuh 300 tahun kemudian di bawah pimpinan Ferdinand V dan Isabella I.
Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, Spanyol dikuasai oleh bangsa Visigoth selama 300 tahun. Kemudian, datanglah para penyerbu Berber (Moor) dari Afrika utara pada tahun 711 yang mendirikan sebuah kekhalifahan Muslim yang bertahan antara tahun 756 hingga 1031. Pada saat itu, orang Kristen di utara Spanyol mulai mendesak maju ke selatan. Mereka memulai reconquista (penaklukkan kembali) yang pada tahun 1235 telah membatasi kaum Muslim hanya di Granada, yaitu wilayah di selatan Spanyol.
Bangsa Spanyol yang beragama Katolik terbagi dalam beberapa kerajaan, yaitu Leon, Castile, Navarre, dan Aragon. Di abad ke-15, Leon bersatu dengan Castile, membuat Castile dan Aragon menjadi dua kerajaan terbesar. Langkah pertama menuju penyatuan akhir Spanyol dilakukan pada 1469 ketika Ferdinand V, pewaris takhta Aragon, menikahi Isabella I dari Castile. Ketika Raja Castile wafat pada tahun 1474, Isabella dan Ferdinand menggantikannya sebagai penguasa bersama. Lima tahun kemudian, Ferdinand mewarisi Aragon, dan menjadikan Isabella sebagai penguasa di Aragon juga.
Inkuisisi Spanyol
Dengan disatukannya kedua kerajaan, Spanyol menjadi lebih kuat. Baik Ferdinand maupun Isabella adalah penganut Katolik yang saleh. Di bawah pemerintahan mereka, Inkuisisi Spanyol didirikan. Inkuisisi adalah pengadilan agama yang menjatuhkan hukuman berat bagi orang-orang yang dicurigai menjadi penganjur bidaah (tidak menyetujui ajaran Katolik). Pengadilan ini berjalan dengan sangat keras. Orang diadili secara rahasia dan disiksa sampai mengaku. Orang yang mengaku akan dikenakan denda, sementara yang menyangkal akan dipenjara atau dibakar sampai mati untuk menghapus dosa mereka.
Penyatuan Kembali Spanyol
Pada tahun 1492, 14 tahun setelah Inkuisisi Spanyol dibentuk, Granada yang berada di tangan bangsa Moor berhasil dikuasai oleh Aragon dan Castile. Banyak kaum Muslim dan Yahudi diusir atau dipaksa pindah agama. Sekitar 200.000 orang Yahudi meninggalkan negeri itu. Penindasan ini menyebabkan banyak orang terampil dan berbakat pindah ke Prancis, Jerman, atau Kekaisaran Ottoman Turki.
Tahun-tahun Penting
1248
Kaum Kristen menaklukkan kembali sebagian besar Spanyol
1469
Pernikahan Ferdinand V dan Isabella I
1474
Isabella mewarisi Castile
1478
Inkuisisi Spanyol diperkenalkan
1479
Aragon dan Castile bersatu
1492
Penaklukkan Granada, berakhirnya kekuasaan kaum Muslim di selatan Spanyol. Christopher Columbus melakukan ekspedisi yang didanai oleh Isabella
1504
Isabella wafat
1515
Navarre bergabung dengan Castile, Spanyol akhirnya dipersatukan
1516
Ferdinand wafat
Pada tahun yang sama, Ferdinand dan Isabella mensponsori perjalanan Christopher Columbus untuk mencari jalur laut ke India dan Cina. Peristiwa ini menandai dimulainya periode penaklukkan bangsa Spanyol yang meruntuhkan bangsa Aztek, Maya, dan Inca.
Ferdinand dan Isabella memiliki lima anak perempuan. Salah satunya, Catherine dari Aragon, menikahi Raja Henry VIII dari Inggris. Namun, Ferdinand dan Isabella tidak memiliki anak laki-laki. Keturunan laki-laki baru datang dari anak perempuan mereka, Joanna si Gila. Ketika Isabella wafat pada tahun 1504, Ferdinand memerintah sebagai wali bagi Joanna muda. Pada tahun 1515, Navarre bergabung dengan Castile, dan Ferdinand akhirnya menjadi raja dari Spanyol yang bersatu. Anak laki-laki Joanna, Carlos V (Charles V), akhirnya menjadi Kaisar Habsburg, penguasa terkuat di Eropa. Di bawah pemerintahan Carlos V, Spanyol mengalami masa keemasan.

Sejarah Berdirinya Belanda

Belanda adalah wilayah Protestan yang berkembang pesat dengan masa depan yang menjanjikan, tetapi diperintah oleh Spanyol yang Katolik. Orang Belanda ingin mengurus diri sendiri.
Setelah keruntuhan kekuasaan Charlemagne pada abad ke-9, Belanda terdiri atas 17 provinsi (kini merupakan wilayah Belgia, Luksemburg, dan Belanda) yang terpecah belah sebagai milik berbagai keluarga yang berkuasa. Pada abad ke-14 dan ke-15, para duke dari Burgundi, Philip the Bald, dan John the Fearless, memperoleh Flanders (Belgia) dan Belanda. Daerah ini tetap berada di tangan Burgundi hingga Charles V, pewaris takhta Burgundi dan seorang anggota Dinasti Habsburg, menjadikannya sebagai milik Spanyol pada tahun 1516. Tindakan ini tidak disukai oleh bangsa Belanda, yang sebagian besar merupakan pengikut Protestan.
Perang Kemerdekaan Belanda
Perjuangan untuk meraih kemerdekaan dimulai ketika putra Charles V, Philip II, menjadi Raja Spanyol pada tahun 1556. Ia menentang gerakan Protestan dan berusaha memegang kendali penuh. Ia mengirim Duke of Alba sebagai Gubernur Belanda dengan perintah untuk menggunakan terror, jika diperlukan, guna menghancurkan semua perlawanan. Duke of Alba menghukum mati dua pemimpin gerakan kemerdekaan. Tindakan ini menimbulkan pemberontakan Belanda yang dipimpin oleh William of Orange. Semakin kejam tindakan Duke of Alba, perlawanan juga semakin meningkat. Hukuman mati dilakukan di depan umum, kota-kota dijarah dan penduduk dibantai. Orang Belanda melancarkan taktik gerilya, seperi membanjiri daerah dataran rendah guna mencegah gerakan. Pada tahun 1576, pasukan Spanyol menjarah Antwerp, salah satu pelabuhan terkaya di Eropa, dan mengakhiri kemakmuran Antwerp.
Kelahiran Belanda
Tahun-tahun Penting
1477
Belanda menjadi bagian dari Habsburg
1516
Spanyol mengambil alih Belanda
1568
Pemberontakan Belanda dimulai
1576
Perjarahan Antwerp, sebuah titik balik
1581
Provinsi-provinsi Utara menyatakan kemerdekaan
1609
Gencatan senjata, Belanda secara efektif memenangkan perang
1648
Kemerdekaan Belanda diakui secara penuh
Banyak pedagang dan bankir pindah ke Amsterdam, membangun kembali menjadi sebuah kota indah yang dilindungi oleh sejumlah terusan dan angkatan laut yang semakin kuat. Mereka mengembangkan perdagangan, industri modern, dan perbankan, serta menjadi salah satu pusat utama aliran Protestan di Eropa. Spanyol menguasai kembali provinsi-provinsi Katolik di selatan (Belgia). Namun pada tahun 1581, tujuh provinsi Protestan di utara memerdekakan diri. Untungnya bagi mereka, Spanyol sedang sibuk berperang dengan Prancis, Inggris, dan Ottoman sehingga tidak dapat menghentikan orang Belanda.
Perjuangan kemerdekaan ini merupakan sebuah perang agama dan peperangan antara para burgher, warga kota Belanda yang modern, melawan hierarki Kerajaan Spanyol yang tradisional. Dipimpin oleh William of Orange, orang Belanda memproklamirkan Republik Bersatu Belanda. Gencatan senjata terlaksana pada tahun 1609. Spanyol mengakui kemerdekaan Belanda secara resmi pada tahun 1648.

Raja Matahari

Louis XIV ingin menjadikan Prancis sebagai bangsa besar. Seluruh kehidupan bangsa Prancis berpusat pada dirinya. Ia menjadi penguasa terkuat di Eropa.
Louis XIV menjadi raja pada 1643 di usia 5 tahun. Ibunya, Anne dari Austria, memerintah sebagai wali atas namanya salama delapan tahun hingga 1651. Pada 1648 terjadi pemberontakan penduduk Paris yang dibebani oleh pajak tinggi selama bertahun-tahun. Louis terpaksa melarikan diri. Pemberontakan Fronde ini berakhir pada 1653. Louis memutuskan bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Pada 1661, di usia 22 tahun, ia memegang kekuasaan. Ia menjadikan Prancis sebagai negara dengan pemerintahan absolut, yang hanya diperintah oleh raja. Pada 1665, Louis menunjuk Jean Colbert sebagai Kontroler Umum Keuangan. Colbert menjadikan Prancis sebagai negeri yang dikelola dengan sangat baik di Eropa. Ia menyusun ulang pajak dan memperbaharui hukum. Colbert membangun sejumlah industri, jalan, jembatan, dan terusan, serta memperbesar kekuatan angkatan laut dan armada dagang Prancis. Louis dan keluarga kerajaan pindah ke istana baru yang megah di Versailles pada 1682. Para pemimpin keluarga bangsawan Prancis juga tinggal di sana sehingga Louis dapat mengawasi mereka. Louis membangun istana paling megah di Eropa di Versailles, dekat Paris. Diperlukan 36.000 pekerja yang bekerja selama 47 tahun untuk menyelesaikan istana ini. Sang raja dan anggota keluarga istana dilayani oleh 15.000 orang pengawal, pelayan, dan pegawai lainnya.
Seluruh kehidupan bangsa Prancis berputar di sekitar sang “Raja Matahari”. Ketika semakin tua, Louis yang Katolik semakin fanatik. Konflik keagamaan pun berkembang. Pada 1685, ia menghapuskan Maklumat Nantes. Ia tidak lagi menunjukkan sikap toleran terhadap kaum Huguenot (Protestan Prancis). Bagi Louis, perbatasan alami Prancis adalah Pegunungan Alpen, Pirenia, dan Sungai Rhein. Ia menjerumuskan Prancis ke dalam peperangan untuk memperluas wilayah. Tentara Prancis menjadi yang terbesar dan terkuat di Eropa. Namun kemudian, Louis kehilangan sebagian besar tanah yang telah dikuasainya. Pada 1715, ia wafat, dan meninggalkan kepada pewarisnya, Louis XV, sebuah negara yang dikontrol ketat dan hampir bangkrut karena perang.

Perusahaan Hindia Timur

 Perusahaan Hindia Timur merupakan organisasi dagang kuat yang didirikan oleh Inggris, Belanda, dan Prancis untuk melindungi kepentingan dagang mereka di Asia tenggara.
Pada tahun 1600, Perusahaan Hindia Timur Inggris (East India Company) didirikan di London. Tujuannya untuk menyatukan para pedagang Inggris yang berdagang di Asia tenggara. Terbentuk persaingan ketat untuk berdagang di kawasan ini, yang sebelumnya dikuasai Spanyol dan Portugis. Pada abad ke-17, persaingan dagang di Timur yang menggiurkan ini melibatkan orang Belanda, Inggris, dan Prancis.
Belanda mengikuti langkah Inggris dengan mendirikan Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oost Indische Compagnie) pada tahun 1602, yang berpusat di Amsterdam dan Batavia (Jakarta) di Pulau Jawa. Pada tahun 1664, Prancis mendirikan Perusahaan Hindia Timur sendiri.
Organisasi ini menjadi sangat kuat. Selain di bidang perdagangan, mereka juga memiliki pengaruh politik. Mereka mempersenjatai kapal untuk berperang dan membentuk tentara sendiri. Perusahaan Hindia Timur mendirikan sejumlah pangkalan militer dan perdagangan, serta membuat perjanjian dengan para penguasa setempat. Mereka berperang dengan negara-negara di sekitarnya, atau satu sama lain. Dalam banyak hal, mereka bertindak seperti sebuah negara merdeka.
Inggris kalah dari Belanda untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Hindia Timur. Inggris kemudian memusatkan kegiatannya di India, dengan sejumlah pelabuhan kunci, terutama Kalkuta, Madras, dan Bombay. Belanda memiliki pelabuhan di Tanjung Harapan di Afrika Selatan, Persia, Ceylon, Malaya, dan Jepang, serta menguasai Kepulauan Rempah-rempah (sekarang Indonesia). Prancis kurang berhasil dalam usahanya untuk menguasai India. Mereka memperoleh banyak keuntungan pribadi. Para pelaut dan pedagang kerap mati karena penyakit atau perang. Beberapa di antaranya memilih tinggal di Asia dengan mendirikan pusat hunian Eropa di India, Asia tenggara, dan Cina.

Perbudakan dan Perompakan

Perkembangan awal banyak koloni di Amerika dijalankan oleh para perompak, pemilik perkebunan gula, dan jutaan budak Afrika.
Dalam kurun waktu 100 tahun setelah pendaratan pertama Columbus pada tahun 1492, sebagian besar penduduk pribumi di Karibia, orang Arawak dan Karib, mati akibat perlakuan buruk dan penyakit orang Eropa. Pada awal abad ke-17, Karibia menjadi medan tempur. Bangsa Spanyol, Perancis, Inggris, dan Belanda berperang memperebutkan kepulauan yang mereka sebut sebagai Hindia Barat. Beberapa pulau bertukar tangan beberapa kali untuk kepentingan dagang dan perebutan tanah guna mendirikan wilayah jajahan Eropa.
Para pencari kekayaan dari Inggris, Perancis, dan Belanda merompak untuk memperoleh harta benda. Mereka kerap didukung oleh pemerintah karena mereka menimbulkan masalah bagi orang Spanyol, merebut sejumlah pulau, mendirikan pemukiman, dan menghasilkan keuntungan. Beberapa di antaranya kemudian diangkat menjadi laksamana atau gubernur kolonial. Sir Francis Drake berlayar mengitari dunia pada 1577-1580. Ia menyerang kapal-kapal Spanyol dan pulang dalam keadaan kaya raya. Ia adalah orang Inggris pertama yang mengitari dunia. Kapten Kidd, yang diperintahkan untuk membasmi perompak, justru bergabung dengan para perompak. Edward Teach (Si Janggut Hitam) dan Kapten Henry Morgan menyerang pemukiman dan kapal Spanyol di Karibia. Mereka membuka jalan bagi tebentuknya koloni. Spanyol kehilangan banyak emas akibat perompakan, tetapi ini tidak menghentikan mereka untuk menjajah Eropa.
Perdagangan Budak
Di Eropa, teh dan kopi menjadi minuman favorit. Ini menyebabkan tingginya permintaan akan gula untuk membuat menuman teh terasa manis. Tebu tumbuh subur di iklim Hindia Barat, tetapi penanamannya memerlukan banyak pekerja. Pekerja lokal tidak ada karena banyak pribumi yang telah mati. Oleh karena itu, para pemukim mengimpor pekerja budak dari Afrika barat.
Orang Eropa tidak merasa bersalah menggunakan orang Afrika sebagai budak. Orang Afrika dibeli murah, dijejalkan ke dalam kapal, dan kemudian dijual kepada para pemilik perkebunan. Dua pertiga di antaranya mati dalam perjalanan atau karena penyakit, perlakuan buruk, dan kerja yang berlebihan. Meski demikian, pada tahun 1800, terdapat lebih dari sembilan juta budak Afrika di Amerika.
Segitiga Perdagangan
Perkebunan tebu yang dimiliki oleh orang Eropa biasanya mencakup lahan yang sangat luas. Di situ terdapat gudang, galangan kapal, gereja, barak budak, dan rumah sang pemilik tanah yang megah. Terbentuk segitiga perdangan, yaitu barang-barang dari Eropa dibawa ke Afrika barat, kemudian budak dari Afrika barat dibawa ke Amerika, dan akhirnya hasil perkebunan dibawa pulang ke Eropa. Pasar gula, tembakau, minyak, dan produk lainnya yang menguntungkan di Eropa benar-benar dieksploitasi. Perompakan, perkebunan, dan perbudakan dimotori oleh keinginan untuk meraih keuntungan. Keuntungan ini menggerakkan pertumbuhan ekonomi Eropa. Perbudakan berlangsung hingga abad ke-19. Banyak orang Afro-Amerika masa kini adalah merupakan keturunan para budak.