This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, September 18, 2013

Sejarah Berdirinya Amerika Serikat


Penduduk di 13 koloni di Amerika tidak puas dengan pemerintahan Inggris. Mereka memperjuangkan kemerdekaan. Akhirnya, sebuah bangsa baru pun lahir.
Pada akhir Perang Tujuh Tahun pada 1763, pemerintahan Inggris di London dan pemukin Inggris di Amerika merasa puas. Mereka berhasil mengalahkan Prancis dan merebut wilayah Kanada, juga kea rah barat hingga Sungai Mississippi dari tangan Prancis. Namun, hilangnya ancaman dari orang Prancis membuat para pemukin tidak lagi memerlukan bantuan Inggris.
Namun, Inggris ingin memerintah bekas wilayah kekuasaan Prancis dan menarik pajak tinggi untuk membayar tentara yang mempertahankan daerah yang baru direbut. Pajak yang dinaikkan itu ditarik dari 13 koloni. Lalu, dewan-dewan kolonial lokal berpendapat, tidak adil jika Inggris menerapkan pajak atas koloni-koloni di Amerika karena mereka tidak memiliki suara di pemerintahan Inggris. Mereka mengatakan “penarikan pajak tanpa adanya perwakilan merupakan tirani”. Koloni-koloni itu melarang semua impor dari Inggris. Pada 4 Juli 1776, para utusan dari ke-13 koloni menetapkan Deklarasi Kemerdekaan yang menyatakan hak untuk memerintah sendiri.
Kemerdekaan
Berpedoman pada berbagai pemikiran Thomas Jefferson (1743-1826), dan dipengaruhi oleh Pencerahan, Deklarasi Kemerdekaan Amerika 1776 menyatakan: ”Kami memegang teguh kebenaran ini sebagai bukti bahwa semua manusia diciptakan sederajat, bahwa mereka diberkati oleh Penciptanya denga hak-hak yang tidak dapat dilanggar, antara lain Kehidupan, Kebebasan, dan mencari Kebahagiaan.”
Perang Revolusi Amerika (sejarawan Inggris menyebut Perang Kemerdekaan Amerika) dimulai pada tahun 1775. Mulanya, Inggris meraih sejumlah kemenangan, meski mereka harus bertempur hampir 5.000 kilometer jauhnya dari tanah air mereka. Namun, orang Amerika memiliki satu keuntungan karena mereka bertempur di wilayah sendiri dan meyakini bahwa perjuangan mereka akan berhasil. George Washington (1732-1799) pernah bertugas dalam ketentaraan Inggris di Amerika. Ia kemudian diangkat sebagai panglima tertinggi tentara Amerika yang baru, dan memerangi pasukan Inggris. Pada 1789, ia menjadi presiden pertama Amerika Serikat. Pada tahun 1781, enam tahun setelah konflik dimulai, tentara Inggris menyerah di Yorktown, Virginia. Inggris mengakui kemerdekaan Amerika dalam Perjanjian Paris pada tahun 1783.
Tahun-tahun Penting
1763
Berakhirnya Perang Tujuh Tahun, pasukan Inggris dikirim ke Amerika
1764
Undang-undang Gula menetapkan pajak atas gula cair yang diimpor
1765
Undang-undang Prangko menetapkan pajak atas dokumen
1775
Perang Revolusi Amerika dimulai. Pecah Pertempuran Bunker Hill
1776
Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya
1781
Tentara Inggris menyerah di Yorktown
1783
Inggris mengakui kemerdekaan Amerika
1787
Rancangan Konstituisi Amerika dibuat
1789
Konstitusi Amerika disahkan. George Washington menjadi presiden pertama Amerika Serikat
1801
Thomas Jefferson menjadi presiden ketiga Amerika Serikat
Konstitusi Amerika Serikat
Pada tahun 1783, setelah menandatangani perjanjian damai dengan Inggris, bangsa Amerika Serikat yang baru harus memutuskan cara terbaik untuk mengelola negeri mereka. Mereka memutuskan untuk memiliki seorang presiden yang dipilih setiap empat tahun sekali. Presiden akan memerintah dengan bantuan Kongres (terbagi atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat), dan Mahkamah Agung. Rancangan Konstitusi (kumpulan peraturan hukum) untuk pemerintahan baru mengandung tiga pernyataan penting perihal negara Amerika Serikat.
Pertama, negara akan berbentuk serikat. Para pemukim yang telah memerangi Inggris akan hidup bersama untuk mengatur negeri mereka. Kedua, setiap negara bagian memiliki dewan perwakilannya sendiri, dan mengelola negara bagian sesuai keinginannya, asalkan tidak bertentangan dengan hukum negara federal. Ketika, baik presiden, Kongres, maupun Mahkamah Agung tidak diperkenankan mengontrol pemerintahan pusat Amerika sendirian. Sistem check and balance (perimbangan kekuasaan) akan memastikan bahwa kekuasaan dibagi di antara ketiga bagian pemerintahan ini.
Ini semua merupakan pemikiran baru yang dipengaruhi oleh Pencerahan, dan belum pernah diuji coba sebelumnya. Konstitusi revolusioner ini disahkan pada tahun 1789. Bangsa baru ini, dengan sejarahnya yang pendek dan penduduknya yang mengalami begitu banyak pengalaman buruk di masa lampau, menjadi republik demokratis sejati pertama di dunia. Mereka diatur menurut hukum yang disepakati bersama. Hanya dalam waktu 150 tahun, Amerika Serikat menjadi bangsa besar di dunia.

Sejarah Austria dan Prusia (1711-1786)


Kekaisaran Austria telah melewati masa kejayaannya, sementara Brandenburg-Prusia menjadi semakin kuat. Keduanya berusaha menguasai negara Jerman lainnya.
Charles VI, Archduke Austria, menjadi Kaisar Romawi Suci pada tahun 1711. Ini membuatnya menjadi orang yang paling kuat di Eropa, menambahkan wilayah Romawi Suci ke dalam wilayah Austria. Setalah kematian Charles pada 1740, ada tiga orang yang menyatakan berhak atas takhta, bukan putri Charles, yaitu Maria Theresa, yang seharusnya dinobatkan. Para saingan itu adalah Charles dari Bavaria, Philip V dari Spanyol, dan Augustus dari Saxonia.
Keadaan menjadi rumit ketika negara Eropa lain turut campur. Perang Suksesi Austria (1740-1748) dimulai ketika Prusia menginvasi provinsi Silesia milik Austria. Prusia didukung oleh Prancis,  Bavaria, Saxonia, Sardinia, dan Spanyol. Namun, Inggis, Hongaria, dan Belanda mendukung Maria Theresa. Pada akhirnya, Maria Theresa tetap berkuasa, Austria melemah, dan Prusia tetap menduduki Silesia. Perimbangan kekuatan di Jerman beralih ke Prusia, sementara Kekaisaran Romawi Suci mengalami kemunduran. Wilayah Austria masih luas, tetapi telah kehilangan kekuatannya. Lebih dari seabad kemudian, pada tahun 1870, Prusia menyatukan Jerman, sedangkan Austria dibiarkan terpisah.
Brandenburg-Prusia
Dinasti kuno Hohenzollern dari Brandenburg mewarisi Prusia pada tahun 1618. Di tahun 1700, Brandenburg-Prusia telah menjadi kekuatan Protestan utama, dengan Berlin sebagai ibukota. Para rajanya membangun pemerintahan yang efisien dan mendorong kemajuan industri. Tampilnya Prusia sebagai kekuatan besar diawali pada pemerintahan Raja Friedrich Wilhelm I yang membangun kekuatan militer. Penggantinya pada tahun 1740, Friedrich II yang Agung, menggunakan pasukan untuk menantang Austria, Prancis, dan Rusia. Selama masa pemerintahannya, Friedrich yang Agung melipatgandakan wilayah Prusia, memajukan bidang usaha dan industri, serta menjadikan Prusia sebagai pusat kebudayaan Zaman Pencerahan. Selama 100 tahun berikutnya, Prusia memperoleh lebih banyak daerah dan semakin mendominasi Polandia dan Jerman bagian utara.

Monday, July 22, 2013

Sejarah Amerika Utara (1675-1791)

Pada pertengahan abad ke-18, terjadi konflik untuk menguasai Amerika Utara antara para pemukim dan penduduk pribumi Amerika, serta antara Inggris dan Prancis.
Para pemukim Inggris dan Prancis telah berperang selama bertahun-tahun. Pertama, selama Perang Raja Philip (1675-1676) ketika suku Wampanoag New England bangkit melawan para pemukim. Orang Wampanoag kalah, tetapi mereka berhasil membunuh 10% pria dewasa di Massachusetts. Perang Raja William (1689-1697) antara para pemukim Inggris dan Prancis tidak banyak memberikan hasil. Pada Perang Ratu Anne (1702-1713), Inggris merebut Acadia (Nova Scotia) dan menghancurkan wilayah Spanyol di St. Augustine, Florida. Akhirnya, dalam Perang Raja George (1744-1748), Inggris merebut Louisbourg, sebuah benteng Prancis, tapi kemudian dikembalikan pada tahun 1748 dengan ditukar dengan Madras di India.
Sebagian besar peperangan tersebut berhubungan dengan konflik di Eropa. Masing-masing pihak memiliki rencana jangka panjang, yaitu ingin menguasai Amerika Utara. Setiap pihak dibantu para penduduk pribumi Amerika yang ikut berperang di semua peperangan dan berharap memperoleh dukungan dalam pertikaian mereka dengan para pemukim yang merebut tanah mereka. Namun, penduduk pribumi Amerika umumnya dipecundangi para pemukim yang tidak menghormati mereka. Sebagai contoh, dari tahun 1730 hingga 1755, orang Shawnee dan Delaware dipaksa para pemukim untuk meninggalkan tanahnya.
Pemberontakan Pontiac
Pada tahun 1763, pecah pemberontakan penduduk pribumi Amerika yang disebut Pemberontakan Pontiac. Pontiac adalah kepala suku Ottawa dan konfederasi suku-suku Algonquin. Dengan semangat keagamaan, suku-suku itu menyerang berbagai tempat dari Great Lakes hingga Virginia. Sekitar 200 orang pemukim terbunuh. Inggris melakukan pembalasan. Pada tahun 1766, Pontiac mengadakan perdamaian. Ia dibunuh pada tahun 1769 oleh seorang penduduk pribumi yang dibayar Inggris di Illinois.
Kanada
Pada tahun 1754, Perang Prancis-Indian (bagian dari Perang Tujuh Tahun) berkobar. Para pendatang Prancis telah bermukim di lembah Ohio yang diklaim oleh Inggris. Karena itu, orang Prancis mendirikan sejumlah benteng dan menolak pergi. Prancis meraih beberapa kemenangan penting pada tahun 1755 (Benteng Duquesne) dan 1756 (Benteng Oswego). Namun, Inggris merebut Acadia pada 1755, Quebec pada 1759, dan Montreal pada 1760. Perjanjian Paris tahun 1763 membuat Inggris memperoleh banyak bekas jajahan Prancis. New France (Kanada Hilir) menjadi milik Inggris. Inggris telah menguasai seluruh wilayah di sebelah timur Sungai Mississippi. Beberapa daerah Prancis diserahkan kepada Spanyol sebagai pengganti Florida yang menjadi milik Inggris.
Tahun-tahun Penting
1675-1576
Perang Raja Philip
1686-1697
Perang Raja William
1710
Acadia (Nova Scotia) direbut Inggris
1739-1741
Inggris memerangi orang Spanyol di Florida
1743-1748
Perang Raja George
1755-1763
Perang Prancis-Indian
1763-1766
Pemberontakan Pontiac
1760
Inggris mengambil alih Kanada dari Prancis
1775
Perang Revolusi Amerika dimulai
Pada tahun 1791, Peraturan Konstitusional Inggris memisahkan wilayah yang dikuasai Quebec menjadi koloni Kanada Hulu dan Hilir. Tindakan ini dilakukan guna memperkuat Kanada setelah berakhirnya Perang Revolusi Amerika (sejarawan Inggris menyebut Perang Kemerdekaan Amerika), dengan berdirinya negara baru, Amerika Serikat. Penduduk Kanada Hulu adalah para penutur bahasa Inggris, sedangkan Kanada Hilir berbahasa Prancis. Inggris berhasil dalam memerangi Prancis, tetapi salah memahami para pemukim Amerika, sehingga berakibat hilangnya “Tiga Belas Koloni” pada tahun 1781, selama Perang Revolusi Amerika. Sekitar 40.000 pemukim yang setia kepada Inggris kemudian berpindah ke Kanada dari Amerika Serikat.

Sunday, April 28, 2013

Sejarah Afrika Abad ke-18

Pada masa ini, Afrika sangat dipengaruhi oleh meningkatnya perdagangan dengan orang Eropa dan Arab. Banyak kerajaan Afrika berkembang semakin kuat dan kaya.
Selama abad ke-18, benua Afrika berada dalam situasi yang relatif damai. Di sebelah utara, Kekaisaran Ottoman yang menguasai Mesir mengalami kemerosotan. Penduduk Asante di pantai barat semakin makmur berkat perdagangan budak. Di sebelah tenggara, perlahan orang Portugis mendirikan sebuah koloni di Mozambik. Daerah pantai timur (kini Kenya) diperintah dari Oman, sebuah kerajaan di utara Laut Arab. Di ujung selatan, Tanjung Harapan, para pemukim Belanda mulai menjelajah ke daerah pedalaman.
Negara-negara Baru Afrika
Selama abad ke-18, rata-rata 35.000 orang budak dikirimkan dari Afrika barat ke Amerika setiap tahun. Namun pada akhir abad itu, orang Inggris memiliki pemikiran lain. Pada tahun 1787, mereka mendirikan Sierra Leone sebagai tempat penampungan bagi para budak yang dibebaskan dari Amerika Serikat. Kebanyakan negara Eropa menghentikan perdagangan budak pada awal abad ke-19, sekalipun Portugis melanjutkannya hingga tahun 1882.
Wilayah Kerajaan Yao dan Nyamwezi di Afrika timur hampir kosong karena menyediakan budak. Asante dan Oyo menguasai perbudakan di Afrika barat hingga abad ke-19, ketika mereka mulai menjual kayu, gading, kulit hewan, dan lilin lebah kepada orang Eropa. Keadaan ini mengubah praktik pertanian Afrika barat, yaitu menanam “tanaman yang dibayar uang kontan” untuk diekspor. Sementara itu, di Afrika timur, budak tetap dikirim oleh orang Arab Oman ke Arabia dan India.
Suku Zulu di Afrika selatan, yang dipimpin oleh Raja Shaka, terus berperang dengan tetangganya. Pertumpahan darah ini begitu besar sehingga periode 1818 hingga 1828 dikenal sebagai mfenace, atau periode bermasalah. Terjadi perpindahan penduduk dari Sudan, suku Tutsi pindah ke Rwanda, dan suku Masai ke Kenya dari utara.
Negara Muslim Afrika
Di ujung selatan Sahara, kebangkitan Islam kembali terbentuk. Banyak orang Muslim mengharap kedatangan seorang mahdi atau juru selamat. Kekhalifahan Afrika, yang bergerak dengan kemungkinan datangnya mahdi ini, mendirikan sejumlah negara baru yang terorganisasi dengan baik seperti Sokoto, Mossi, Tukulor, dan Samori di pendalaman Afrika barat. Di Mesir, Mehmed Ali Pasha mengambil alih kekuasaan dari tangan kaum Mamluk pada tahun 1811. Ia memodernisasi negeri itu dan menyerbu Sudan pada tahun 1820-an.
Kota orang Hausa, Kano, di utara Nigeria direbut oleh pemimpin Muslim Usman dan Fodio dari Kerajaan Gobir orang Hausa. Kota-kota Hausa memeluk Islam, menjadi bagian dari negera Afrika-Islam yang disebut Kekhalifahan Sokoto.
Afrika berkembang dengan cepat. Sebagian besar wilayah Afrika masih dikuasai orang Afrika. Namun, mereka tidak bersatu untuk menghadapi ancaman bersama, yaitu orang Arab dan Eropa. Akibatnya, Afrika kemudian rapuh.

Zaman Revolusi dan Kemerdekaan

 Abad ke-18 kerap disebut sebagai “abad revolusi”. Antara tahun 1708 dan 1835, terjadi banyak revolusi yang menentang pemerintah dan meningkatnya kekuatan penjajah di banyak bagian dunia. Beberapa revolusi berhasil, lainnya mengalami kegagalan. Revolusi politik terjadi karena orang merasa tidak puas dengan cara negeri mereka dikelola. Terjadi pula revolusi dalam bidang teknik dan industri pertanian, dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan pengobatan, dalam bidang transportasi, serta dalam bidang kesenian, terutama kesusastraan.
Di Amerika Utara, Amerika Serikat memperoleh kemerdekaan dari pemerintah Inggris. Namun, kemerdekaan ini menimbulkan masalah bagi penduduk pribumi Amerika. Banyak orang Eropa datang dan menguasai semakin banyak lahan. Di Amerika Selatan dan Tengah, berbagai daerah koloni berjuang memerdekakan diri dari Spanyol dan Portugis. Mereka berhasil meraih kemenangan.
Di Eropa, Prusia dan Rusia bangkit menjadi kekuatan besar di Eropa, sementara Revolusi Perancis 1789 menandai berakhirnya monarki Perancis.
Di Afrika, orang Fulani, Zulu, dan Buganda mendirikan kerajaan-kerajaan baru. Sejumlah negara Afrika menyingkirkan kekuasaan Ottoman. Kerajaan Moghul di India runtuh, sementara Inggris dan Perancis bertikai untuk menguasai negeri ini. Cina menaklukkan Tibet, tetapi menghadapi masalah di dalam negeri. Jepang memutuskan hubungan dengan bangsa Barat. Di Pasifik, kedatangan bangsa Eropa mengancam cara hidup tradisional.
Asia
Selama masa ini, India perlahan diambil alih oleh Inggris. Cina menentamg perubahan, menjadi semakin konservatif dan menolak menerima pemikiran baru dan berhubungan dengan orang asing. Jepang masih menyucikan diri, tetapi melakukan modernisasi lebih cepat dibandingkan Cina. Negara-negara Asia lainnya menemukan kawan sekaligus lawan pada bangsa Eropa, yang ikut campur dalam urusan mereka demi mencari keuntungan bagi diri sendiri. Persaingan antara Rusia, Cina, dan Inggris untuk mengusai Asia Tengah semakin ketat. Tradisi dan stabilitas Asia porak poranda. Apabila penguasa Asia melawan, orang Eropa datang melalui jalur belakang.
Eropa
Pada abad ke-18, terbentuk kesenjangan di masyarakat Eropa. Para penguasa otokrat yang kaya hidup di istana megah, sementara kelas menengah yang semakin memiliki banyak uang mengembangkan cara berpikir ke depan yang baru. Masyarakat sangat berubah. Kota berkembang, para bankir dan investor sibuk, barang-barang dan pemikiran asing masuk. Berbagai penemuan baru memungkinkan pabrik-pabrik membuat barang dalam jumlah besar. Selama Perang Napoleon, tatanan lama tersingkir di banyak wilayah Eropa, sementara pemerintahan, hukum, dan bisnis menjadi semakin kuat. Rusia memperluas wilayah ke Timur Jauh hingga mencapai perbatasan Cina. Eropa di masa ini mendominasi dunia, terutama dari hasil perdagangan, industri, keberanian, dan meriam. Pengaruh Eropa semakin meningkat.
Afrika
Sekalipun orang Eropa dan Arab menguasai beberapa wilayah jajahan di kawasan pantai, banyak bangsa Afrika sudah semakin kuat. Namun, kekuatan mereka terutama berasal dari perdagangan dengan orang Eropa. Beberapa suku menguasai suku lainnya, dan beberapa diantaranya, seperti orang Zulu dan Asante, bersikap agresif terhadap tetangganya. Perpecahan di kalangan orang Afrika memudahkan bangsa Eropa mengadu domba satu bangsa dengan bangsa lainnya.
Australia
Setelah perjalanan Kapten James Cook, Australia dan Selandia Baru menjadi incaran kolonisasi Inggris. Para pemukim awal mulai berdatangan pada awal abad ke-19. Orang Maori, yang merupakan suku pejuang, melancarkan perlawanan, sementara orang Aborogin, yang hidup sederhana, tidak berdaya dan dengan mudah ditaklukkan.
Timur Tengah
Pada masa itu, Timur Tengah berada dalam keadaan lemah akibat kemerosotan Kekaisaran Turki Ottoman. Di Afrika utara dan Mesir, Ottoman kehilangan kekuasaan. Persia tetap stabil, hampir tidak terpengaruh oleh dunia luar.
Amerika Utara
Abad ke-18 menjadi saksi berdirinya Amerika Serikat dan Kanada. Perang Revolusi Amerika pada 1780-an disebabkan oleh buruknya pemerintahan kolonial Inggris. Amerika Serikat menjadi negara pertama di dunia yang didasarkan pada demokrasi dan konstitusi yang semestinya, dilandasi deklarasi dan hak-hak bagi semua orang (kecuali kaum pribumi Amerika dan budak). Sebuah deklarasi kemerdekaan dibuat, kemudian republik baru ini melebarkan sayapnya kea rah barat, yaitu ke Samudera Pasifik. Jumlah penduduk bertambah dengan masuknya para imigran dari Eropa yang tercabik perang untuk mendapatkan masa depan baru. Kota-kota, perdagangan, dan kebudayaan Amerika terbentuk serta menjadi semakin besar dan makmur. Inggris menguasai Kanada, yang akhirnya memperoleh kewenangan lebih besar untuk mengatur negerinya sendiri. Sementara itu, semakin banyak penduduk pribumi Amerika berpindah ke barat. Di selatan, para budak bekerja di perkebunan kapas dan tembakau untuk melayani keserakahan orang Eropa dan memperkaya para pemilik perkebunan.
Amerika Tengah dan Selatan
Perang Napoleon di Eropa memaksa penduduk Amerika Latin untuk memikirkan diri sendiri. Pada awal abad ke-19, muncul berbagai gerakan kemerdekaan baru melawan penjajah Spanyol dan Portugis. Kekayaan pertambangan dan perkebunan yang dikelola budak mengalami kemerosotan. Orang Amerika Latin harus berjuang untuk mendapatkan tempat di dunia yang berubah cepat. Namun, gerakan kemerdekaan dipimpin oleh para pemilik tanah, sehingga hanya sedikit menguntungkan penduduk biasa. Penduduk pribumi sangat menderita di bawah pemerintahan orang Latin.

Zaman Pencerahan

Keinginan untuk berpikir dengan akal budi pada abad ke-17 mendorong terus meningkatnya berbagai pemikiran sosial dan politik baru pada abad ke-18 yang kerap disebut “Pencerahan”.
Filsuf Jerman, Immanuel Kant, menulis “Beranilah untuk mencari tahu! Milikilah keberanian untuk menggunakan kepandaianmu sendiri!”. Orang tidak lagi tertarik pada keyakinan tradisional. Berbagai penelitian ilmiah pada abad ke-17 telah memulai penyebaran proses penelitian dan penyelidikan dunia. Hasilnya, pada abad ke-18, berbagai ensiklopedia besar diterbitkan untuk mencatat pengetahuan ini.
Denis Diderot (1713-1784) di Prancis menyusun Encyplopedie dengan 200 orang kontributor yang diterbitkan pada 1751-1772. Berjumlah 28 jilid, meliputi 17 buku teks dan 11 buku bergambar. Masing-masing julid disensor oleh pihak penerbit jika mereka tidak sepakat dengan pandangannya. Pada tahun 1755, Dr. Johnson menerbitkan buku Dictionary of the English Language. Antara tahun 1768 dan 1771, Encyclopedia Britannica diterbitkan.
Pencerahan juga mewakili pencarian akan kebahagiaan, keadilan, pengetahuan di bidang musik, roman, perjalanan, filsafat, dan politik. Banyak penguasa absolut dan pemilik tanah yang kuat menikmati berbagai pemikiran baru itu. Namun, mereka mengkhawatirkan akibatnya jika rakyat membaca dan membicarakan ide itu. Berbagai pemikiran itu segera menimbulkan revolusi.
Penyebaran Pemikiran
Pencerahan dipelopori oleh para filsuf seperti Kant, Voltaire, dan David Hume, ahli ekonomi seperti Adam Smith, komposer seperti Hynd dan Mozart, dan pemikir politik seperti Rousseau, Locke, dan Paine. Voltaire (1694-1778) adalah penulis Prancis yang mengkritik sikap tidak toleran. Ia menulis kembali sejarah dunia, serta drama dan esai yang mengomentari masyarakat dan politik. Adam Smith, seorang ahli ekonomi Skotlandia, menggambarkan kinerja ekonomi modern dan pasar bebas. Pemikir politik Prancis, Jean-Jacques Rousseau (1712-1778), menulis tentang kesetaraan sosial dan demokrasi. Thomas Paine, seorang penulis revolusioner kelahiran Inggris yang mengunjungi Amerika dan Prancis, menulis The Right of Man, yang sangat memengaruhi pemikiran kerakyatan.
Tahun-tahun Penting
1721
Johann S. Bach menyusun Brandenburg Concertos
1730
Masa puncak gaya arsitektur Rococo
1743
Pendirian Kelompok Filosofi Amerika
1749
Novel Tom Jones karya Fielding diterbitkan
1750-an
Capability Brown, ahli pertamanan, berkaya
1751
Penerbitan Encyclopedie dimulai
1752
Benjamin Franklin mengindentifikasi listrik
1760-an
Jean-Jacques Rousseau berkarya di Prancis
1768
Royal Academy of Arts didirikan di Inggris
1770-an
Goethe, pujangga dan penulis drama Jerman, berkarya
1776
Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditandatangani
1781
Critique of Pure Reason karya Immanuel Kant ditulis
1780-an
Komponis Mozart dan Hynd berkarya
1790-an
Revolusi Prancis berkobar
1807
Penghapusan perbudakan di Inggris
Pada masa ini, orang mulai menemukan berbagai hal melalui uji coba dan pengamatan ilmiah. Selama periode ini pula, dasar-dasar ilmu kimia modern dibentuk. Kemajuan di bidang biologi juga tercapai. Perkembangan ini membantu para ilmuwan di masa depan. Kesusastraan menjadi semakin realistis dengan munculnya novel-novel modern pertama. Lebih banyak lagi orang yang dapat membaca, sehingga beragam pemikiran baru menyebar lebih cepat dibanding sebelumnya.
Pemikiran baru itu berkembang di tengah situasi yang tidak stabil. Eropa masih sering dilanda peperangan. Juga terdapat beban pajak yang tinggi, ketidaksetaraan, dan pemerintahan yang menindas. Maka, pemikiran tentang kebebasan atau aspirasi yang mengiginkan kebebasan menjadi semakin kuat. Hasil pertama dari upaya meraih kebebasan ini terjadi di luar Eropa, yaitu di wilayah koloni di Amerika Utara. Secara tidak terduga, pecah revolusi di sana, yang kemudian menyulut revolusi lainnya di Prancis dan perubahan radikal lebih lanjut di seluruh benua Eropa.